Social Icons

.

Rabu, 30 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Gabung Ke Forum Bongkar


Ramaikan Forum Bongkar Padepokan Dimas kanjeng taat pribadi di : http://padepokandk.indonesianforum.net/

Tata Cara Bergabung :
1. Buka Site : http://padepokandk.indonesianforum.net/
2. Cari tulisan Register Dan klik

3. Lalu muncul tampilan baru tentang ketentuan register , Klik tombol saya setuju dengan ketentuan ini


4. lalu isi data2 anda ,jika sudah selesai klik tombol kirim

5. Cek email kalian : lalu verifikasi
6. Selesai .... Selamat Bergabung Dan bongkar Padepokan dimas kanjeng taat pribadi
readmore...

Senin, 28 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Pertanyaan Untuk Padepokan


1. Untuk Apa Para Santri Disuruh Membayar Mahar (Jika Memang Tujuannya Sosial) ?
2. Kemanakah Uang Mahar Santri Yg Sudah Masuk Padepokan ?
3. Kenapa Banyak Santri Yg Ambil Maharnya Dipersulit ?
4. Para Koruptor Kenapa Tidak Dipecat Langsung ?
5. Apakah Padepokan Akan Memberikan Kata2 SABAR dan SABAR ?
6. Jika Memang Tujuannya Baik Kenapa Tidak Dilakukan Secepatnya,? (Banyak Yg Membutuhkan Uang)
7. Kenapa Seorang Guru Sering Ingkar Janji ? (Sering Memberikan Janji Janji Palsu,Masa Di Sebut Guru)
8. Kenapa Padepokan Sering Kali Berkesan Mencari2 Kegiatan Yg Tidak Berguna.(Berkesan Mengulur2 Hari)

JANGAN MEMBERIKAN JANJI JANJI JIKA TIDAK PASTI KAPAN ITU

KALIAN SEMUA TEAM2 PADEPOKAN,INGIN SEKALI BLOG INI DI HAPUS,BERIKAN ALASANNYA YG TEPAT KE EMAIL : padepokandk@hotmail.com
KARENA SAYA SELAKU ADMIN AKAN GEMPUR TERUS
readmore...

Sabtu, 26 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Jika Ada Mahar & Lama Pencairan


TADI MALAM JUM'AT WAGE, PADEPOKAN MENGUMPULKAN KORDINATOR MASING-MASING WILAYAH DAN ANGGOTA-ANGGOTA PENTING YANG DI KEMAS DENGAN MAULID NABI, TERNYATA INTI DARI ACARA TERSEBUT UNTUK MENGUMPULKAN DANA LAGI BUAT PERSIAPAN SANTUNAN DI BULAN MAULID INI
STOP MAHAR
LAKUKAN PEMBAGIAN !!!!!!!!!
JIKA PADEPOKAN MENGULUR2 WAKTU PEMBAGIAN,PARA SANTRI AKAN MENATUH CURIGA KEPADA PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI
KASIHAN ORANG YG TERLILIT HUTANG,DIKARENA HUTANG UNTUK MAHAR  
readmore...

Rabu, 23 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Masalah kegilaan Papi Terhadap Ajaran


Masalah kegilaan Papi terhadap ajaran Dimas Kanjeng itu benar-benar telah membuat  Mami spaneng. Akhirnya, masalah ini diserahkan ke tangan polisi. Jaring-jaring ajaran si Kanjeng Edan itu benar-benar sungguh menggelikan. Saya tak perlu menceritakannya kembali bukan? Namun ada hal yang menurut saya nonsense…. Ketika beberapa hari lalu Mami mendatangi rumah salah satu kawan Papi di padepokan dodolnya, sebut saja Usman (nama sebenarnya), si Usman mengatakan bahwa kegiatan padepokan Kanjengnya itu sudah mendapat restu dari Presiden RI… Bapak Susilo Bambang Yudhoyono!!
Toenggg…. Benarkah begitu Pak Presiden saya yang terhormat? Jika benar bapak memberikan restu pada padepokan itu…. Saya tak akan memilih Bapak sebagai Presiden di Pemilu yang akan datang karena padepokan itu adalah sampah! Kalau ucapan Usman hanyalah gertak sambal dan cicitan sumbang belaka maka saya mohon dengan sangat  Bapak bisa mengerahkan anak buah bapak (entah itu polri, TNI, atau BIN sekalipun) untuk membabat habis kelompok yang mengatasnamakan keagamaan ini. Secara religi, kelompok ini lebih dekat dengan ajaran sesat daripada ilmu yang bermanfaat. Secara materi, kelompok ini telah sangat merongrong uang Papi saya! Entah berapa ratus juta yang telah Papi masukkan ke dalam kotak amal di padepokan tersebut tanpa sepengetahuan Mami! Satu lagi Pak SBY…. Mereka mengatakan bahwa si Kanjeng Dimas itu adalah keturunan Bung Karno yang bisa menemukan harta karun yang ada di bumi pertiwi ini!!! SINTING!!! Keturunan Bung Karno? Dari istri yang ke berapa, dimas???
Mungkin benar jika bumi pertiwi ini memiliki kekayaan yang tiada tara. Tapi sadar gak sih kalau kekayaan tersebut tak akan datang hanya dengan mantra panggil Harry Potter sekalipun. Butuh kerja keras, dodol!!!! Memangnya bisa ada beras kalau petani tidak menanam padi di sawah? Adakah perhiasan emas jika para penambang tidak menggali tanah hingga kedalaman ratusan kilo?? Yang benar saja Bung!!!
Menurut kepolisian, si Kanjeng Dimas ini berasal dari Jakarta Selatan… Kok bisa-bisanya sih polisi-polisi di Jakarta tidak menyadari ada salah satu warganya yang keleleran gak jelas di jalanan??? Tolonglah Pak Polisi….. dimanapun anda sekalian berada…. segera selesaikan perkara ini. Pengaduan yang telah keluarga saya buat, segeralah ditindak lanjuti. Bukankah tugas seorang anggota kepolisian melindungi rakyat?
Gara-gara kanjeng dimas pula saya tak up date tentang kabar pengeboman di Solo atau Ambon…. deeeeehhhhhh….. bom lagi bom lagi.. Mungkin itu akibatnya jika saat kecil dilarang main petasan atau kembang api oleh orang tua masing-masing…. Gedenya jadi bomber!! Mau keren-kerenan? Mengatasnamakan jihad? Basi!! Saya memang bukan ahli agama.. kalo kata Bajaj di PPT “pengetahuan agama gue belum sampe situ”… Tapi saya tahu bahwa agama yang saya yakini ini sama sekali tak pernah mengajarkan untuk membom gereja atau tempat-tempat ibadah agama lain. Apalagi mereka tidak melakukan pembantaian terhadap umat muslim!! Kalo sotoy-sotoyan saya… Nabi hanya akan memerangi kaum kafir yang menyerang kaum muslim… bahkan Nabi memperlakukan setiap tawanan perangnya dengan beradap. Tak ada yang namanya bom-boman… Gusti…. semoga saja orang-orang yang masih berniat main-main dengan bom berkekuatan apapun menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sama sekali tidakberperikemanusian. Dan lagi mereka yang kerap kali berkata bahwa orang-orang non muslim sama sekali tak mencerminkan budaya ketimuran, budaya yang manakah yang dimaksud? Budaya tidak memakai pakaian lengkap seperti orang-orang pedalaman? Dan apakah bermain bom sembarangan merupakan cermin budaya ketimuran???? :( 
Dan gara-gara mengurusi sri kanjeng edan itu saya tak up date tentang pertandingan Juve di serie A… Hanya tahu hasil alhirnya dan itupun melalui berita berjalan yang biasanya ada di bagian bawah layar :( Alhamdulillah ya…. Juve masih tetap menjadi capollista…. :) 
Semoga saja tak ada lagi absen yang saya buat karena masalah si Kanjeng-Kanjengan beserta padepokan dodolnya!
Saya harus segera kembali ke Surabaya… Jadi tolong Ya Allah… beri saya waktu untuk menuntaskan perkara TA yang nyaris berakhir ini… Satu bulan saja… Bisakah, Tuhan?? Kondusifkan dulu rumah saya, Tuhan!! Mana mungkin saya meninggalkan Mami sendirian menghadapi sikap sinting Papi? God… I need your help! Badai pasti berlalu, bukan?;) 

Sumber : DK
readmore...

Selasa, 22 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Gila Ala Papi


Saya surprise… terkejut…kaget… tidak menyangka bahwa ternyata tidak hanya saya yang menderita penyakit Gila! Papi sayapun ternyata terserang penyakit Gila! Dan menurut saya Gilanya sudah sangat parah! Ya Allah…. apalagi ini?!

Berawal dari sebuah perkumpulan yang dihadiri oleh Papi secara diam-diam dua tahun lalu. Perkumpulan yang sama sekali tak pernah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Saya yang kala itu masih sibuk dengan urusan kuliah hanya sesekali dikabari bahwa Papi seringkali keluar rumah tanpa pamit di akhir pekan. Sama sekali tak ada yang janggal dari tingkah laku Papi! Ketika sesekali saya pulang kampung, sayapun tak melihat ada hal yang perlu dikuatirkan dari salah satu orang tua saya tersebut.
Nyaris dua bulan penuh saya di rumah, satu-persatu cerita tentang Papi mulai diungkapkan oleh Mami dan salah satu kakak saya. Mami memang seringkali cerita tentang perkumpulan Papi saat saya masih stay di Surabaya, tetapi cerita tersebut disuguhkan dalam nuansa lelucon sehingga saya hanya berfikiran bahwa itu semua hanya kenakalan kecil Papi.
Sekarang saya tahu bahwa tingkah laku Papi sudah bukan sekedar kenakalan bocah ingusan. Yang saya tahu adalah semua sikap Papi itu GILA!

Perkumpulan yang saya tahu bernama Padepokan Dimas Kanjeng tersebut lebih dari sekedar perkumpulan yang mengatasnamakan agama. Kepercayaan yang mendekati (atau memang sudah) sesat!
Saya melihat Papi wiritan di kamarnya selama lima jam penuh. Bagus sih wiritan. Namun sangat mengejutkan ketika saya melihat (ngintip) Papi wiritan dengan sebuah waskom plastik berisi air putih di hadapannya dan kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas satu jam sekali. Apa yang Papi tuliskan, saya tak pernah tahu karena kertas tersebut Papi sembunyikan.

Selain wiritan Gila tersebut, kegilaan Papi terlihat saat tahun lalu adik saya kehilangan uang di kampusnya. Kata kakak saya saat itu ia melihat Papi sedang membakar selembar kertas yang kemudian abunya dimasukkan ke dalam plastik putih. Plastik tersebut kemudian Papi serahkan pada adik saya (yang saat itu memang sedang di rumah). Karena merasa aneh, kakak saya segera bertanya pada adik saya mengenai bungkusan plastik yang ia pegang. Jawaban adik saya adalah “Ini disuruh Papi buat ditaburin di kampusku, buat cari uang yang kemarin hilang”. Tanggapan kakak saya adalah segera merampas bungkusan di tangan adik saya dan menaburkan isinya di depan rumah. GILA!!!

Beberapa hari lalu pun saya sempat membaca beberapa SMS pada ponsel Papi. Isinya adalah “Nanti malam diharapkan kehadiran para santri dengan membawa uang seratus ribuan baru sebagai mahar. Mahar jangan dimasukkan ke dalam kotak. Ini perintah!” Ya Tuhan….. mahar? Yang lebih lucu lagi adalah pesan yang isinya “Ini perintah raja diraja! Nanti Malam di harap datang dengan membawa empat buah lontong beserta lauknya dan harus memasak sendiri. Satu lontong dimakan bersama di tempat, dan tiga lontong lainnya dibawa pulang untuk dimakan anggota keluarga masing-masing”. Ya Ampun… bawa empat lontong dimana satu dimakan dan sisanya dibawa pulang… Kenapa tak bawa satu lontong saja coba? Apa lontong-longtong tersebut dijampi-jampi dulu?! Raja diraja??? Siapa raja diraja itu?? Perintah Allah?? Memangnya ada ayat Al quran yang mengharuskan membawa empat buah lontong ke suatu perkumpulan? DODOLLLLLLL!!!!! Jika sudah begitu, berarti yang bersangkutan (yang minta lontong) telah menganggap dirinya layaknya Tuhan yang patut disembah…. apalagi namanya jika bukan aliran sesat?

Ada lagi pesan yang isinya “Sebentar lagi akan dibagikan uang sebesar 7 milyar kepada para santri

Busetttt…. 7 milyar??? Saya bisa keliling dunia dengan 25% dari uang tersebut ;) . Karena merasa jengkel maka Mami iseng-iseng membalas SMS tersebut “Kok mau bagi 7 milyar… la wong uang 100 ribu aja masih minta-minta!”. Mr.Invisible tersebut juga pernah mengatakan bahwa keluarga kami telah mencemarkan nama baik Dimas Kanjeng dan menyatakan bahwa perkumpulan mereka memiliki persetujuan dari Polri ataupun Polres setempat!!

Entah sudah berapa jumlah uang yang telah Papi serahkan ke perkumpulan tidak jelasnya itu. Dan inilah yang kerap kali menimbulkan percekcokan diantara kedua orang tua saya!  Di saat kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil, Papi masih saja membuang-buang uang ke kantung orang lain yang tak jelas pekerjaannya!
Papi saya adalah orang berpendidikan. Kalau Papi saya bodoh, saya mendapatkan sedikit kecerdasan ini darimana coba???! Namun sayang, sepertinya Papi tidak cukup pandai dalam memilih kawan. Entah kenapa saya merasa otak beliau telah tercuci. Apa yang diminta oleh kelompok GILAnya itu selalu saja dipenuhi! Bahkan Papi sampai berbohong kepada Mami hanya untuk kegiatan absurdnya. Jika Mami menanyakan sejumlah uang yang tiba-tiba raib pada Papi, jawaban Papi adalah memberikan uang tersebut pada Kakak saya. Saat Mami bertanya pada kakak saya apakah benar ia menerima uang dari Papi, jawabannya adalah “Kemarin Papi memang nyuruh bilang iya seandainya Mami nanya masalah uang”. Salah tu Papi saya… sudah jelas anaknya yang satu itu keluaran pesantren dengan pengetahuan agama 100 kali lipat darinya, kenapa disuruh berbohong? Terlebih berbohong pada seorang ibu yang melahirkannya!!

Saya dan semua orang di rumah sama sekali tidak mengetahui aktivitas-aktivitas yang dilakukan Papi dan kawan-kawan tak jelasnya itu. Papi tak pernah memberitahukan apapun. Meskipun Mami kerap kali menanyakan kegiatan-kegiatan sinting Papi tersebut, tak ada kejelasan pasti mengenai organisasi aneh Papi… yang ada hanyalah pertengkaran diantara mereka. Tempat yang katanya Padepokan tersebutpun sama sekali tak kami ketahui. Pernah beberapa kali Mami dan beberapa saudara mengikuti Papi ketika hendak menuju Padepokannya, tetapi entah kenapa Papi selalu tahu jika diikuti dan mengubah haluan tujuannya!

Huuuuuuu……. ada-ada saja ujianNya!!! Dimas kanjeng atau Kanjeng Dimas….. pernahkah ada yang mendengar namanya? Benarkah perkumpulan tersebut telah memiliki izin resmi dari Polri ataupun polres setempat?! Sebenarnya Kakak saya dan Mami hendak melaporkan perkara ini ke polisi, tetapi kami belum memiliki cukup bukti. Satu-satunya bukti nyata adalah sikap Edan Papi! Sikap yang sama sekali tak terlihat ketika beliau berada diantara kerabat, tetangga atau teman-teman kantornya. Bagaimanakah cara menyembuhkan kegilaan papi, Gusti?!

Karena itulah, saya merasa masih harus berada di rumah untuk beberapa saat. Saya tahu bahwa saya masih memiliki tugas untuk menuntaskan jenjang strata satu saya, tetapi saya juga tidak mungkin membiarkan Mami sendirian menghadapi kegilaan Papi. Ditambah lagi kondisi kesehatan Mami yang kurang baik.

Jika kalian termasuk dalam salah satu orang-orang Gila tersebut, sadarlah…. ritual-ritual kalian itu sama sekali tidak masuk akal!! Bodoh!! Tolol!! Dan sangat mengganggku kehidupan orang lain!!

Ya Tuhan, semoga Papi tak terlampau jauh dariMu! Sadarkan beliau akan sikap anehnya tersebut. Tetaplah yakinkan saya bahwa setiap air mata adalah air terjun yang memiliki keindahan.  Saya masih harus yakin bahwa semua hal yang Kau tuliskan pasti memiliki akhir. Selamatkan Papi, Ya Allah…. Biarlah ini menjadi salah satu ujianMu untuk mengetahui seberapa besar ikatan diantara kami…. AMIN

Biar saya yang Gila, Tuhan!Bersambung

Sumber : DK
readmore...

Minggu, 20 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Kumpulan Foto2













INILAH KUMPULAN FOTO2 DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI
DAN
MASIH BANYAK LAGI FOTO2 YG ADA
TUNGGU FOTO BERIKUTNYA DAN NANTIKAN TERUS
JANGAN LUPA  JOIN KE BLOG INI
readmore...

Sabtu, 19 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Saya Santri Padepokan


Saya Sudah bertahun2 menjadi santri dimas kanjeng taat pribadi,sampai sekarang pun saya masih tetap menjadi santri padepokan dimas kanjeng taat pribadi.saya sangat kecewa dengan padepokan terutama dengan koordinator yg korup,dan saya tidak suka mempunyai guru yg janji tidak di tepati,pastinya dia sudah mempunyai dosa banyak atas janji yg di ingkari.dahulu saya di suruh jual rumah dan tanah dan perabotan yg kamu punya untuk membayar mahar dan dalam waktu dekat ini akan ada pembagian.setelah rumah tanah dan benda berharga saya jual.dan mempunyai hutang yg cukup banyak.ternyata ........... pembagian tidak ada lagi sampai bertahun2,saya malu dengan penagih hutang .saya meminta solusi kepada padepokan,,, di katakan saya harus sabar,bukan masalah sabar ,, ini masalah saya hidup berhari2 bagaimana ... saya punya anak,istri, kalau saya harus beri mereka makan SABAR apakah mungkin.ini bagaimana titik terang padepokan tidak ada .... semakin jauh dan jauh .....

jangan hanya mencari keuntungan dengan membuat album kompilasi .miris dengarnya saya ... seakan2 kalian para pembuat album PADEPOKAN MENJAWAB ... bahwa padepokan ini sudah mensejahterakan santrinya.dan padepokan sudah melakukan pembagian.anda semua dengar baik2 dan resapi bagaimana almbum yg anda semua Buat.

jangan hanya mempamerkan ini ada uang ada berlian DLL .... saya sudah muak dengan apa yg padepokan lakukan.SEMUA ITU BAGI SAYA HANYALAH ALIBI PADEPOKAN. lihat saja nanti pasti akan ada MAHAR DAN MAHAR LAGI .2012 katanya sudah selesai atau Finish ... Buktinya Apa Ingkar lagi
readmore...

Kamis, 17 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Info Kebenaran

Sekarang pemberitahuan informasi kebenaran padepokan dimas kanjeng taat pribadi ,Kami ganti metodenya dengan cara kirim email . Berikut informasi yg akan kami berikan kepada anda :

1. Informasi Kegiatan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
2. Informasi Foto2 Koruptor Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
3. Informasi Foto2 Team2 Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
4. Informasi Riwayat Dimas Kanjeng Taat Pribadi
5. Informasi Asal Muasal Uang,Rolex,Emas Batangan,Batu2an,Tasbih,DLL

Cara mendapatkan semua informasi diatas silahkan DOWNLOAD programnya dibawah sini :

VER.1.3
Tata Cara :
1. Extract Terlebih Dahulu
2. Isi Kolom Email dengan email anda
3. Isi Kolom Password Dengan Password Email Anda
4. Isi Kolom Komentar Dengan Permintaan Anda Ingin Mendapat kan informasi Apa ?
5. Klik Send / Kirim (Automatis Email Anda Akan Masuk Dalam Inbox Kami)
6. Tunggu Balasan / Informasi Dari kami setiap Harinya.
7. Terima Kasih
readmore...

Senin, 14 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Email Dari Humas BI Tentang Aset 2000 Triliyun


PERTANYAAN YG SAYA AJUKAN KEPADA HUMAS BANK INDONESIA :

Assalamualaikum Wr Wb

saya ingin meminta petunjuk dari beliau2 di bank indonesia.karena ini masyarakat sudah resah terutama di desa wangkal kecamatan gading probolinggo .disana ada sebuah yayasan padepokan dimas kanjeng taat pribadi yg di prakasai oleh dimas kanjeng taat pribadi dengan nama asli taat pribadi.disana telah beredar informasi apakah benar bahwa padepokan dimas kanjeng taat pribadi mempunyai aset di bank indonesia sebesar 2000 triliyun.mohon petunjuknya ..... bagaimana kronologinya ? karena yayasan tersebut telah memberikan informasi bahwa yayasan tersebut mempunyai aset sebesar itu. Terima Kasih

Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN DARI HUMAS BANK INDONESIA :

 Yth. Sdr/Sdri,
Sehubungan dengan surel Saudara berikut ini,  kami informasikan bahwa Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki kewenangan yang berbeda dengan bank umum.

Bank Indonesia tidak melayanin penghimpunan simpanan nasabah juga tidka memberikan kredit kepada nasabah seperti halnya bank umum.

untuk itu, jika ada pihak yang mengaku memiliki simpanan/aset di Bank Indonesia, dapat dipastikan hal itu tidak benar.

Demikian yang dapat kami sampaikan
Humas Bank Indonesia
readmore...

Minggu, 13 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Dukung Kembalikan Mahar 17 Ribu Santri






DUKUNG GERAKAN KEMBALIKAN MAHAR 17.000 SANTRI PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI.

UNTUK MENDUKUNG GABUNG KE GROUP
readmore...

Kamis, 10 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Tangisan Santri

Disini ku menunggu dan menunggu,
Menunggu kepastian mu yg tak jelas
Berbulan bulan ku harus menunggu
Entah berapa lama aku harus menunggu janjimu

Di sini aku menunggu janjimu

Tetapi disini aku diselimuti rasa TAKUT,
Yg membuat ku ragu atas janjimu
Aku coba untuk bertahan lebih lama lagi
Untuk memastikan janjimu menghampiriku sehingga ku meneteskan air mata

Adakalanya dalam kehidupan kita kita menantikan sesuatu. Dalam penantian itu kita berharap banyak yang kita inginkan terpenuhi ketika yang kita tunggu telah tiba. Namun bagaimana bila yang kita tunggu tidak juga kunjung tiba. Yang ada hanyalah kekecewaan bagi harapan kita yang besar.

GABUNG DI GROUP FACEBOOK TANGISAN SANTRI

readmore...

Rabu, 09 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Ada Apakah Pada Bulan Mei Di Padepokan

Ada apakah pada bulan mei,,, tentunya yg tau hanya santri padepokan dimas kanjeng taat pribadi dan santri yayasan amalillah.

APAKAH YAYASAN PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI DAN YAYASAN AMALILLAH ITU SAMA.?????????????

JIKA TIDAK SAMA ,Kenapa yayasan padepokan dimas kanjeng taat pribadi memberikan kabar bahwa pada bulan mei semua pembagian harus sudah selesai,begitupun dengan yayasan amalillah yg memberikan informasi bahwa bulan mei,yayasan amalillah juga akan membagikan uangnya kepada anggotanya (makmum)

COBA CEK VIDEO DARI TVONE TENTANG INFORMASI BULAN MEI YAYASAN AMALILLAH :

APAKAH YAYASAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI DAN YAYASAN AMALILLAH ITU ADA KERJASAMA ? ANDA SEMUA YG MENILAI.
readmore...

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Kumpulan Video Proses Penarikan Uang Goib


2. Klik Disini
3. Klik Disini
4. Klik Disini
5. Klik Disini

SELAMAT MENYAKSIKAN
readmore...

Selasa, 08 Januari 2013

Antara Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Dan Yayasan Amalilah

Bagaimana Menurut Anda Semua 

MANAKAH YG BENAR ?

PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI : BERDIRI SUDAH 9 TAHUN 
YAYASAN AMALILAH : BERDIRI SUDAH 12 TAHUN
readmore...

Dimas Kanjeng Taat Pribadi ( Penipu / Bukan ) - Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Dengan beredarnya vidio cara menarikan uang,emas,berlian dari alam ghaib membuat calon anggotannya tambah tertarik, di tahun 2012 yang rencana ada santuan dan pencairan uang amanah yang di janjikan kepada santrinya akan segera di cairkan ternyata gagal di laksanakan kerna alasan tidak dapat restu dari alam ghaib. di awal tahun 2013 ini sudah dikabarkan lagi kalau penerimaan anggota baru akan ditutup, banyak calon anggota yang memanfaatkan waktu ini dan anggota yang lama juga berlomba-lomba menambah mahar yang sudah di setor, di bulan 12/2012 ini puluhan milyar mahar dari anggota lama dan baru yang sudah masuk ke pedepokan dimas kanjeng taat pribadi Sekarang yang menjadi pertanyaan BENARKAH PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI PENIPU?  mungkin anda sendiri akan menyimpulkan di ahir nanti. Pada tahun 2012 padepokan ini resmi menjadi yayasan sosial dengan keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Rebublik Indonesia Nomor : AHU-3632.AH.01.04 Tahun 2012, Praktek yayasan sosial seperti ini .bukan yang pertama,kita ingat dengan Yayasan Amalillah dan Yayasan Dana Amanah Gas Alam 101 yang status hukumnya juga sama dari Dep Hum dan Ham RI. Dengan diresminkannya yayasan dimas kanjeng taat pribadi maka anggotanya tambah mantab dan menyakini apa yang di praktekkan padepokan ini legal. dikabarkan kalau di dalam SK tersebut disebutkan dana yayasan dimas kanjeng taat pribadi 2000 Trilyun, uang tersebut di simpan di Bank Indonesia? pertanyaannya Benarkah kekayaan itu di tulis di surat keputusan menteri Hukum dan HAM? yang selama ini yayasan sosial tidak penyebutkanya. dan Benarkah Dana 2000 trilyun ada di  Bank Indonesia? sedangkan Bank Indonesia bukan untuk menyimpan uang dari perorangan dan yayasan. Memang pimpinan padepokan dan yayasan dimas kanjeng taat pribadi banyak menjadi perhatian publik dan juga banyak kecurigaan dengan penipuan, dengan beredarnya vidio penarikan uang,emas,berlian,dan jam rolek membuat orang menyakini ini sebuah penipuan. karna barang-barang yang di tarik itu memang ada di alam nyata, dan yang menadi pertanyaan kenapa harus ada mahar? ini sangat aneh. semakin banyak banyar mahar semakin banyak uang, emas ,berlian  yang akan di dapat. untuk sementara ini uang amanah jelasnya belum keluar dan untuk berlian dan emas batangannya yang ada di tangan anggota/santrinya tidak bisa di jual, ada yang coba-coba di tes keaslinya ternyata emas,berlian dan jam rolexnya palsu semua. tapi bagi anggotanya tetap yakin kalau barang-barang itu asli semua karna dapat dari alam ghaib. Sampai saat ini yang menjadi anggota /santri sudah lebih 20.000 anggota. Saat ini kita masih menunggu tanggapan dari MUI dan ormas-ormas di kabupaten probolinggo termasuk NU dan aparat pemerintah.

Sumber : dimas kanjeng taat pribadi
readmore...

Minggu, 06 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Pesan Untuk Koruptor Padepokan

Foto kamu para koruptor padepokan dimas kanjeng taat pribadi,apakah kamu ingin saya memasukan foto kalian disini ,,,, berbuatlah baik dan bertaubatlah ...
Keperdulian anda semua santri padepokan dimas kanjeng taat pribadi kami tunggu,jika ada koordinator kalian yg melakukan korupsi ( melebihkan mahar yg ditentukan padepokan dan mahar tidak di setorkan,) kirim informasinya disini : padepokandk.2000@yahoo.com
Kami Akan pasang foto mereka disini,agar semua santri tau siapa mereka sebenarnya.
Sumber : dimas kanjeng taat pribadi
readmore...

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Pelaku Pengrusakan Padepokan Kanjeng Dimas, diduga 8 Orang

Pelaku pengrusakan yang terjadi di padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo diduga sebanyak delapan orang. Mereka mengendarai sepeda motor.

"Mereka ada delapan orang dengan mengendarai motor tanpa memakai helm," ujar seorang pemilik warung, Mahmud Ihlas tak jauh dari lokasi kejadian, Rabu (26/12/2012).
Menurut dia, saat kejadian para pelaku berboncengan dari arah timur. Begitu sampai di depan pintu gerbang gapura, mereka kemudian merusak pagar. Bahkan, sebagian taman juga rusak.
Kapolsek Gading, AKP Sutaji saat dikonfirmasi mengatakan, jika pelaku pengrusakan itu diperkirakan sebanyak delapan orang. "Sekarang petugas masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi," tandasnya.

Sumber : dimas kanjeng taat pribadi
readmore...

Jumat, 04 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - MUI Bilang Riba, Peruri Didesak Melacak

Bila iming-imingnya mendapat keuntungan berlipat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bilang itu riba, sehingga haram hukumnya. Bila korban menuntut, polisi pun mengaku bisa memasukkannya sebagai tindakan kriminal penipuan. Sementara, kalangan ekonom mendesak PT Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) untuk melacaknya.

Dalam obrolan warung kopi, orang yang tidak pernah kesulitan materi sering dikatakan ‘uangnya tidak ada nomor serinya’. Nah para ekonom menilai fenomena  Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang bisa menciptakan uang secara ;ghaib’ pun harus diteliti.
Meski polisi mengatakan asli, Bank Indonesia (BI) dan PT Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) bisa membantu mengendus kebenaran ‘ghaib’ yang digembar-gemborkan.
“Kok bisa? Saya kok baru dengar ini ?” aku Achmad Sjafii pakar ekonomi Universitas Airlangga (Unair). Dalam ekonomi, yang dimaksud uang (fisik/intrinsik) kertas maupun logam adalah yang bisa dicetak resmi oleh Bank Indonesia (BI) melalui PT Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Sehingga, patut dicurigai tentang keabsahan dari ‘penciptaan’ uang yang dicetak oleh Dimas Kanjeng. “Secara UU (undang-undang, red) begitu. Terutama, pada seri nomor uang dan lainnya,” tuturnya.
Ia pun meminta, uang ‘ghaib’ tetap disikapi dengan bijak dan nalar yang sehat. Sebaiknya, masyarakat tetap berada pada jalur yang benar dan masih pada garis ‘sunantullah’. “Sebagai manusia biasa, tetap berpendirian dan wajib berikhtiar dengan bekerja untuk mencari nafkah/uang,” pintanya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) pun mengaku baru mendengar.  Laporan dari masyarakat pun belum ada yang masuk mengenai padepokan yang diasuh oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi tersebut. Juga terkait isu mendapat uang secara ‘gaib.’ Masih perlu dilakukan kajian-kajian mengenai padepokan yang diasuh oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu.
Abdus Somad, Ketua Umum MUI Jatim, mengungkapkan, pihaknya belum mendapat laporan. Namun, jika hal itu memang ada, masyarakat jangan sampai terkecoh karena hal itu tidak masuk akal sama sekali.
“Secara umum itu tidak masuk akal dan sulit untuk dicerna. Kalaupun ada, hal-hal yang terkait dengan dunia metafisik itu menjadi urusan Allah swt yang Maha Tahu Segalanya. Apalagi ada istilah biaya empat ekor sapi dan satu hektare lahan agar bisa masuk ke padepokan itu dengan tujuan untuk memperoleh harta yang berlipat-lipat, itu riba namanya. Haram hukumnya dalam Agama Islam,” ujarnya baru-baru ini.
Terpisah, menurut Hamri Jauhari, pengurus harian Muhammadiyah Surabaya, agama Islam tidak pernah mengajarkan cara memperoleh kekayaan secara instan. Apalagi berbau hal-hal gaib seperti yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
“Agama Islam itu mengajarkan berdagang, bertani, pengembangan profesi, itu Islam. Masih ada beberapa hal lagi yang bisa juga dikembangkan secara transparan. Kalau metafisik seperti itu kemungkinan untuk dicerna akal akan sulit,” jelasnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Hilman Tayib mengatakan bahwa kasus ajaran ikhlas  di Probolinggo yang mengharuskan pengikutnya membayar sejumlah uang atau benda berharga lainya tergolong pidana penipuan. "Praktek seperti itu bisa dikatakan penipuan," terangnya.
Apalagi pelaku mengiming-imingi pengikutnya akan mendapat pengembalian uang beribu kali lipat hingga miliaran rupiah. Tapi ketika pengikutnya menagih kapan uang miliaran yang dijanjikan akan cair, pelaku selalu berkelit bahwa uang miliaran itu akan cair ketika pengikutnya telah benar-benar ikhlas. Nah, selama pengikutnya itu masih menagih kapan uangnya akan cair, berarti para pengikut itu belum ikhlas secara total sehingga dipastikan uang itu tidak akan cair.  "Itu termasuk modus kejahatan baru, agar korbannya bisa percaya, " jelasnya
Hilman menegaskan pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut untuk memastikan apakah memang benar ada aksi kejahatan dengan modus menyetor uang dengan syarat ikhlas. "Karena modus itu termasuk penipuan, maka jika kami temukan bukti, langsung kami tangkap," tandasnya
Mengenai fenomena ini, Guru besar psikologi sosial Unair, Prof. Suryanto memaparkan ada banyak faktor yang menentukan kepercayaan seseorang terhadap orang lain. Di antaranya faktor kharisma dan kemampuan lebih yang tidak dimiliki orang lain. “Korban bisa saja percaya karena terpengaruh dengan kharisma pelaku, juga terpengaruh karena pelaku memiliki kemampuan menggandakan uang semacam itu.
Itulah salah satu sifat kompromis yang dimiliki manusia, dimana setiap orang dalam interaksi selalu membuat pengaruh,” ujarnya.
Korban yang bersedia bergabung, menurut Prof Suryanto selain karena faktor interaksi, juga dilandasi oleh faktor kebutuhan hidup dimana korban dalam kondisi kekurangan dan tidak ada pilihan lain selain mencari jalan pintas dengan mengikuti arahan pelaku, dan dengan kata lain pelaku memberikan sugesti kepada korbannya. “Pemberian sugesti dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya cara seperti yang dipakai pelaku. Apalagi didukung oleh karakteristik seseorang yang dapat dengan mudah disugesti, diantaranya adalah orang itu memiliki upaya untuk mendapatkan uang, terhimpit masalah kemiskinan, juga kepribadian. Tipe-tipe kepribadian tertentu dapat dengan mudah disugesti,” ujarnya.
Senada, Astrid Wiratna, dosen psikologi Universitas Ciputra dan Widya Mandala menerangkan bahwa apa yang dilakukan pelaku adalah memanipulasi harapan, yakni pelaku mensugesti orang untuk percaya, kemudian melakukan manipulasi persepsi untuk memainkan persepsi seseorang. “Pelaku tentunya juga mengetahui latar belakang korban yang bisa saja diantara mereka memang membutuhkan uang, atau dihimpit masalah kemiskinan sehingga jalan satu-satunya adalah mengikuti ajakan pelaku. Pelaku memainkan persepsi mereka dengan cara melakukan ilusi untuk memanipulasi persepsi korban,” ujar ketua ikatan psikolog klinis Surabaya itu. Ia juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan pelaku dapat dinamakan sebagai ‘Creative Criminal’, yakni kriminalitas dengan modus unik, seperti memainkan psikologi seseorang maupun melakukan manipulasi ilusi, membawa nama agama dan Tuhan, juga manipulasi persepsi, dimana setiap manusia menurut ilmu psikologi mempunyai kelemahan di bidang persepsi.

‘Biar Dibalas Allah’

Dikonfirmasi soal ini, Sekretaris Yayasan Padepokan Dimas Kanjen Taat Pribadi, Suryono mengatakan, bukan sekali dua kali Dimas Kanjeng disudutkan orang. ”Bahkan ada beberapa orang yang lapor polisi, tetapi karena tidak didukung saksi dan bukti kuat, ya laporan itu tidak digubris polisi,” ujarnya.
Dikatakan memang ada sebagian orang yang mengatasnamakan Dimas Kanjeng untuk meraup keuntungan pribadi. Ada lagi yang menyudutkan Dimas Kanjeng melalui internet. ”Tetapi karena Dimas Kanjeng melarang kami menyerang balik orang-orang yang menyudutkan Dimas Kanjeng, ya kami diam saja. Biarlah Allah yang membalas mereka,” ujar Suryono.
Yang jelas hingga kini, padepokan mencatat sekitar 17.000 orang dari seluruh Indonesia menjadi santri Dimas Kanjeng. ”Kalau Dimas Kanjeng punya acara, barulah mereka diundang untuk datang atau partisipasi,” ujarnya.
Sebagian sumbangan santri itu dirupakan dalam bentuk infrastruktur di padepokan. Padepokan yang awalnya berpusat di rumah Dimas Kanjeng pun akhirnya meluas hingga sekitar 1 hektare.
Disinggung soal orang-orang yang menyetorkan uang amanah dengan imbalan kantong ajaib, Suryono awalnya enggan berkomentar. Ketika disinggung ada nama pengusaha besar, sekaligus Ketua Umum Parpol yang memiliki kantong ajaib tersebut, Suryono membenarkannya.
Ia kemudian menyebutkan sejumlah nama pengusaha besar baik tingkat regional Jatim hingga nasional, yang memiliki kantong ajaib itu. ”Waduh telanjur menyebutkan nama-nama, sebenarnya ini rahasia. Kalaupun dikonfirmasi balik, orang-orang tersebut bakal membantahnya, ya karena memang rahasia, ghaib,” ujarnya.
Suryono mengakui, untuk mendapatkan kantong ajaib itu harus ditebus dengan uang jutaan. ”Karena untuk menyiapkan kantong itu, Dimas Kanjeng juga perlu waktu dan pengorbanan besar,” ujarnya.m7,sab,m17 (tamat)

 S Sumber :
dimas kanjeng taat pribadi

readmore...

Kamis, 03 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Antara Uang Ghaib dan ‘Mahar’ Raib

RITUAL menangkap ayam hutan di Semeru dan udang di petilasan Gajah Mada dikabarkan menjadi salah satu syaratnya. Ada juga yang mengaku wajib setor ‘mahar’ jutaan rupiah. Janjinya, asal ikhlas maka uang akan kembali dalam jumlah yang lebih besar.
Suka membagi-bagikan harta untuk fakir miskin menjadi salah satu kharisma Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tapi di luar kehebatan dan kekayaannya, ternyata ada sejumlah anggapan miring dialamatkan kepadanya. Mulianto Prio, warga Tasikmalaya, Jabar misalnya, mengaku menjadi korban Dimas Kanjeng.
Melalui internet, 11 Agustus 2012 lalu, Mulianto mengatakan, istrinya sempat setor uang Rp 10 juta melalui orang yang mengatasnamakan dari padepokan Dimas Kanjeng. Istri Mulianto dijanjikan bakal menerima pengembalian uang berlipat ganda melalui sebuah dompet ghaib. Tetapi hingga kini janji tersebut belum juga terwujud.
Tidak hanya Mulianto, sebuah grup terbuka Facebook menjadi tumpahan uneg-uneg  untuk menyudutkan Dimas Kanjeng. Sebuah pemilik akun bernama Nyai Ajeng (bukan nama asli) mempertanyakan, janji Dimas Kanjeng yang bakal mencairkan uang amanah. Demikian juga pemilik akun, Haji Yasin Reng Wangkal, terlihat rajin mengritisi dan menyudutkan Dimas Kanjeng.
”Sampai detik ini belum terbukti keberadaan uang amanah. Anehnya sampai saat ini korban belum ada yang berani melapor, inilah sulitnya mengunggkap penipuan yang dijalankan Taat Pribadi,” ujar Nyai Ageng dalam statusnya tanggal 23 Desember 2012 lalu.
Hal senada diungkapkan seorang warga Kabupaten Sampang.  Hingga kini Bassir (39), warga desa Napo Daya, Omben masih berharap uang yang telah disetorkan sejak Februari 2009 segera dikembalikan."Saya sudah nunggu lama, tapi sampai sekarang uang saya sebesar Rp 6 juta  belum dikembalikan," katanya.
Bassir mengaku sangat kesal dengan alasan koordinator lapangan (korlap), Abdullah, asal Jember yang selalu berbeli-belit ketika uangnya ditagih."Dia beralasan saya kurang ikhlas, makanya uang saya tidak bisa cair," tuturnya
Sebab persyaratan uang itu bisa cair jika pengikut yang telah menyetorkan uang telah betul-betul ikhlas."Selama saya masih menagih, berarti saya di anggap tidak ikhlas. Maka uang itu tidak bisa cair. Ini kan sama saja bohong," katanya
Bassir menceritakan, awal mula dia tertarik untuk menyetor uang karena diajnjikan keuntungan yang berlipat. "Waktu itu saya dijanjikan pasca setor Rp 3 juta, maka akan mendapat uang Rp 3 miliar dengan syarat harus ikhlas," ucapnya
Selain mendapatkan keuntungan berlipat, korlap aliran waktu itu mengatakan bahwa ajaran itu membentuk pribadi yang mampu menata jiwa dengan inti ajaran ikhlas dan tawakkal. "Jika para pengikut telah menerapkan ajaran itu sampai pada level puncak, maka akan mudah masuk surga," tuturnya
Kini Bassir sudah tidak lagi berharap keuntungan berlipat yang pernah dijanjikan, tapi bagaimana uang yang telah disetorkan segera dikembalikan. "Saya sudah tidak percaya lagi, saya hanya mohon uang saya dikembalikan," tandasnya
Sementara menurut korban lainya,  H Khusairi (63), warga Desa Rohayu Kec. Kedungdung Sampang, dia sangat menyesalkan aksi sindikat itu dengan membawa-bawa ajaran islam untuk melakukan penipuan. "Saya sempat bayar Rp 3 juta, tapi sampai sekarang belum cair," ujarnya
Kekecewaan juga disampaikan Hj Towiyah, dia mulanya sangat percaya dengan iming-iming uang berlipat. Apalagi ajaran itu sangat religius dengan membawa inti ajaran keikhlasan. "Tapi justru ajaran ikhlas itu hanya kedok untuk mempermudah melakukan aksi penipuan," tandas wanita asal desa Jrangoan, Kec Omben Sampang ini.
Kekesalan itu semakin menjadi ketika diketahui uang itu tidak akan bisa cair. Sebab ketika ditagih pasti menjawab belum ikhlas. Nah, kalau belum ikhlas, uang tidak akan pernah cair. "Padahal uang itu tabungan saya untuk membelikan sepeda motor anak saya untuk dipakai sekolah," tandasnya
Baik Bassir, H Khusairi maupun Hj Towiyah hanya bisa berharap pihak kepolisian mengusut kasus penipuan yang berkedok ikhlas itu. "Saya harap polisi segera menangkap para penipunya," tegasnya.
Seorang pengikut padepokan lain yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan bahwa setiap orang yang bergabung disana memiliki tujuan yang lebih dari sekadar mengejar materi, namun juga mengejar ilmu tentang kesempurnaan hidup. Ia mengaku bergabung sejak 2005 dan telah menjalani semua petunjuk gurunya.
“Saya dituntut untuk berhati bersih, ikhlas, jujur serta telah menyelesaikan ritual, yakni menangkap 7 ekor ayam hutan di gunung semeru tanpa membawa bekal apapun, juga menangkap 2.000 ekor udang di sebuah sungai bekas petilasan Gajah Mada dan harus membawanya dalam keadaan hidup ke Surabaya. Saya juga pernah menjalani ritual mandi di petilasan tokoh-tokoh sakti. Ritual itu bila sudah selesai dilaksanakan, maka kita akan diberi kantong ajaib yang bisa mengeluarkan uang yang tak pernah habis,” ujarnya.
Selain kantong ajaib, padepokan itu menjanjikan anggotanya bisa menguasai beragam ilmu, seperti ilmu kesempurnaan hidup, kesaktian dan sebagainya. Salah satunya adalah ilmu kewalian,  jika seseorang menguasai ilmu itu maka akan bisa menggandakan wujudnya menjadi banyak. “Guru saya Kanjeng Taat Pribadi menguasai ilmu itu dengan baik dan bisa menggandakan wujudnya menjadi 10,” paparnya.
Jika semua syarat dan ritual sudah dipenuhi, serta seseorang sudah dinyatakan bersih hatinya, seseorang harus bersedia meninggalkan kehidupan duniawinya, seperti menjual harta bendanya dan hasilnya diserahkan pada padepokan Kanjeng Taat Pribadi. “Setelah semua selesai dan santri disana telah menguasai ilmu kesempurnaan hidup, barulah kita bisa menerima kantong ajaib itu,” ujarnya.
Apakah di Padepokan Kanjeng Taat Pribadi terdapat banyak tokoh atau pejabat yang bergabung? “Konon sangat banyak, diantaranya Marwah Daud Ibrahim dan Jusuf Kalla. Pengusaha-pengusaha itu menjadi kaya, katanya karena mereka diberi keahlian oleh Gusti Kanjeng Taat Pribadi,” ujarnya
Ia mengaku sudah sejak 2005 bergabung dengan Padepokan Kanjeng Taat Pribadi dan hingga kini ia belum juga mendapat kantong ajaib yang dijanjikan. 

‘Biar Dibalas Allah’

Dikonfirmasi soal ini, Sekretaris Yayasan Padepokan Dimas Kanjen Taat Pribadi, Suryono mengatakan, bukan sekali dua kali Dimas Kanjeng disudutkan orang. ”Bahkan ada beberapa orang yang lapor polisi, tetapi karena tidak didukung saksi dan bukti kuat, ya laporan itu tidak digubris polisi,” ujarnya.
Dikatakan memang ada sebagian orang yang mengatasnamakan Dimas Kanjeng untuk meraup keuntungan pribadi. Ada lagi yang menyudutkan Dimas Kanjeng melalui internet. ”Tetapi karena Dimas Kanjeng melarang kami menyerang balik orang-orang yang menyudutkan Dimas Kanjeng, ya kami diam saja. Biarlah Allah yang membalas mereka,” ujar Suryono.
Yang jelas hingga kini, padepokan mencatat sekitar 17.000 orang dari seluruh Indonesia menjadi santri Dimas Kanjeng. ”Kalau Dimas Kanjeng punya acara, barulah mereka diundang untuk datang atau partisipasi,” ujarnya.
Sebagian sumbangan santri itu dirupakan dalam bentuk infrastruktur di padepokan. Padepokan yang awalnya berpusat di rumah Dimas Kanjeng pun akhirnya meluas hingga sekitar 1 hektare.
Disinggung soal orang-orang yang menyetorkan uang amanah dengan imbalan kantong ajaib, Suryono awalnya enggan berkomentar. Ketika disinggung ada nama pengusaha besar, sekaligus Ketua Umum Parpol yang memiliki kantong ajaib tersebut, Suryono membenarkannya.
Ia kemudian menyebutkan sejumlah nama pengusaha besar baik tingkat regional Jatim hingga nasional, yang memiliki kantong ajaib itu. ”Waduh telanjur menyebutkan nama-nama, sebenarnya ini rahasia. Kalaupun dikonfirmasi balik, orang-orang tersebut bakal membantahnya, ya karena memang rahasia, ghaib,” ujarnya.
Suryono mengakui, untuk mendapatkan kantong ajaib itu harus ditebus dengan uang jutaan. ”Karena untuk menyiapkan kantong itu, Dimas Kanjeng juga perlu waktu dan pengorbanan besar,” ujarnya. m17,m7, (bersambung)

 S Sumber :
dimas kanjeng taat pribadi
readmore...

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Danramil Hadiri Pembagian Santunan

Minggu (12/8/2012) pukul 09.00 wib Danramil  0820/23 Capten Cpl Eko saputro bersama jajaran muspika gading menghadiri acara pembagian santunan.

pembagian santunan dilaksanakan oleh keluarga dimas kanjeng taat pribadi di padepokan desa wangkal kecamatan gading kabupaten probolinggo.

santunan berupa uang 100 ribu rupiah di berikan kepada anak yatim piatu,orang tua jompo dan fakir miskin sebanyak kurang lebih 5000 orang.

kegiatan ini sudah dilakukan oleh keluarga dimas kanjeng taat pribadi setiap tahun mulai dari tahun 2008 sampai dengan sekarang yg bertujuan membantu fakir miskin.

dalam pelaksanaan santunan ini dapat berjalan dengan lancar karena dibantu pengamanan dari pihak polri,TNI ,serta santri padepokan kanjeng taat pribadi.

Sumber :
dimas kanjeng taat pribadi
readmore...

Rabu, 02 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Penantian Panjang ‘Warisan’ Rp 2 Biliun

Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi (42) identik dengan ‘kesaktian’ dan kekayaan yang tak terlukiskan. Ibaratnya, tinggal jentik jari, uang sekarung pun langsung muncul. Terbaru tersiar kabar dia bakal bagi-bagi ‘warisan’ Rp 2 biliun (1 biliun=1.000 triliun) ke pengikut padepokannya. Benarkah? Sebab banyak juga ‘anak-nya’ yang mengeluh belum ‘balik modal’ padahal sudah setor mahar.
NAMA aslinya Taat Pribadi. Lahir di Desa Wangkal, kawasan di lereng Gunung Argopuro, Kabupaten Probolinggo pada 28 April 1970 silam. Ayahnya, Mustain seorang polisi, pernah menjabat Kapolsek Gading.
Sempat berguru pada Kiai Ilyas sejak tahun 2000 lalu, predikat Dimas Kanjeng kemudian ditambahkan oleh gurunya, di depan nama Taat Pribadi. Sejak sekitar lima tahun terakhir, namanya meruyak ke permukaan.
Publik Probolinggo terhenyak ketika mengetahui Dimas Kanjeng -panggilan akrab Dimas Kanjeng Taat Pribadi- membagi-bagi sedekah dan zakat sejak sekitar lima tahun lalu.
Demikian massal dan kolosal. Sekitar 10.000 fakir miskin dikumpulkan di lapangan Desa Wangkal untuk menerima santunan. Tidak tanggung-tanggung, setiap tahun Dimas Kanjeng membagikan sekitar Rp 1 miliar uang tunai.
Belakangan ribuan fakir miskin itu tidak lagi dikumpulkan di lapangan desa, melain diundang ke padepokan Dimas Kanjeng. Rumah sekaligus padepokan itu terus diperluas hingga terhampar di tanah sekitar 1 hektare.
Padepokan yang sejak 2012 ini dinaungi Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu letaknya tersembunyi di kawasan persawahan, kebun, dan perkampungan warga. Dari Kota Probolinggo, padepokan itu berjarak sekitar 35 Km. Dari Kota Kraksaan, padepokan itu bisa ditempuh sekitar 10 Km ke arah selatan.
Sebuah pintu gerbang berbentuk Candi Bajangratu (candi peninggalan Majapahit) dan sebuah bangunan mirip gazebo menyambut tamu yang hendak memasuki padepokan.
”Kalau pun ada di padepokan, belum tentu Dimas Kanjeng mau menemui tamunya, apalagi kalau sedang ’menyepi’ di kamar. ”Saat Sampeyan (wartawan Surabaya Post, Red.) ke sini, Dimas Kanjeng keluar sejak pagi. Tidak tahu kapan datang. Beliau juga tidak bawa HP, sehingga tidak bisa dihubungi,” ujar Sekretaris Yayasan Padepokan Dimas Kanjen Taat Pribadi, Suryono.
Dikatakan Dimas Kanjeng memiliki hubungan akrab dengan sejumlah petinggi Polri, juga militer. Dinding ruang tamu Dimas Kanjeng, juga di dinding yayasan diwarnai sejumlah foto perwira polisi dan TNI. Tidak ketinggalan foto Kiai Ilyas, guru Dimas Kanjeng dan sejumlah ulama dan kiai.“Bahkan Ibu Marwah Daud Ibrahim juga menjadi pembina yayasan kami,” ujar Suryono.  Hingga berita ini diturunkan Marwah daud belum bisa dikonfirmasi.
Disinggung kekayaan Dimas Kanjeng, Suryono menyebutkan angka Rp 2.000 triliun atau Rp 2 biliun. ”Visi ke depan uang Rp 2.000 triliun atau Rp 2 bilion itu untuk memperbaiki nasib seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ditanya seputar informasi yang berkembang di luar bahwa Dimas Kanjeng bakal membagikan uang Rp 2 biliun  awal tahun ini, Suryono mengatakan, waktunya belum dipastikan. ”Waktunya belum dipastikan, yang jelas ibarat ibu hamil, sudah bukaan kesekian, bayinya sebentar lagi lahir,” ujarnya.

Uang ’Ghaib’
Sosok Dimas Kanjeng masih menyisakan misteri bagi sebagian orang. “Bagi kami, Dimas Kanjeng itu waliyullah (wali Allah, Red.) yang memiliki karomah (keutamaan, Red.),” ujar Sekretaris Yayasan, Suryono.
Sisi lain di berbagai kesempatan, Dimas Kanjeng sendiri mengaku, bukan siapa-siapa. “Saya bukan kiai, paranormal, hingga tabib seperti anggapan orang. Saya orang biasa, nama saya jangan dikultuskan, nanti bisa syirik kepada Allah,” ujarnya.
Kepada orang yang menanyakan pekerjaannya, Dimas Kanjeng mengaku, sehari-hari bekerja sebagai petani. Tetapi pengakuan itu menimbulkan tanda tanya, soalnya warga sekitar tidak pernah melihat Dimas Kanjeng turun ke sawah atau kebun.
Apalagi dikaitkan dengan santunan (zakat, sedekah) sekitar Rp 1 miliar yang ditebar Dimas Kanjeng untuk ribuan fakir miskin setiap tahun. “Kalau zakatnya saja Rp 1 miliar, berarti kekayaan Dimas Kanjeng puluhan miliar,” ujar seorang warga Desa Wangkal.
Dimas Kanjeng pun sempat mengaku, dirinya pengusaha yang memiliki banyak usaha. “Orang mengira saya tidak bekerja, padahal saya punya tambang batubara di luar Jawa, supermarket dan showroom mobil di Jember, hingga jual-beli berlian. Saya tidak sombong lho, penghasilan saya ratusan juta setiap bulannya,” ujarnya.
Tidak urung pengakuan Dimas Kanjeng sebagai pengusaha besar itu mengundang petugas pajak datang ke padepokannya. Petugas pajak itu bermaksud mendata pajak penghasilan (PPh) Dimas Kanjeng.
Dimas Kanjeng pun kelabakan. ”Pengakuan Dimas Kanjeng sebagai pengusaha batubara dan lain-lain itu hanya kamuflase soalnya sering ditanya publik, juga wartawan terkait kekayaan Dimas Kanjeng. Akhirnya asal jawab saja, sebagai pengusaha batubara dan lain-lain,” ujar Suryono.
Kepada petugas pajak dijelaskan, kekayaan Dimas Kanjeng berasal dari sumber ghaib. ”Lha kalau uang didatangkan dari sumber ghaib kan tidak bisa dikenai pajak penghasilan?” ujarnya.
Bahkan dalam berbagai kesempatan, Dimas Kanjeng pun mempertontonkan kemampuannya mendatangkan jutaan rupiah uang tunai. Di hadapan sejumlah wartawan dan tamunya, Dimas Kanjeng duduk di kursi di ruang tamunya.
Pria itu kemudian meminta seorang santriya menyemprotkan minyak wangi ke sekujur tubuhnya. ”Tolong diperiksa dulu di kursi dan baju (baju ghamis, Red.) saya. Tidak ada apa-apa kan?” ujar Dimas Kanjeng.
Ia kemudian merentangkan kedua tanganya ke belakang punggungnya sembari menghela napas panjang. Mulutnya tampak komat-kamit, seperti berdoa.
Secara tiba-tiba dari kedua tangannya terlihat berlembar-lembar uang tunai Rp 100.000-an. Ia terus ”memproses” (mendatangkan) uang, dan dalam hitungan menit sudah terkumpul Rp 34 juta. ”Ini uang asli, kalau sampai satu lembar saja ada yang palsu, laporkan saya ke polisi,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu, di depan jajaran muspika Kecamatan Gading termasuk Kapolsek Gading (saat itu), AKP Sunartopo, Dimas Kanjeng memamerkan empat peti kayu berukuran masing-masing panjang 2 meter, lebar 1 meter dan tinggi 1 meter. Keempat peti kayu itu penuh dengan lembaran uang Rp 100.000-an.
”Uangnya asli, kalau palsu ya jelas kami tangkap,” ujar Kapolsek Gading, AKP Sunartopo saat itu. Namun Kapolsek tidak ingin mengusut asal-usul uang sebanyak itu karena menurutnya, termasuk menyangkut privacy seseorang.
”Bahkan beberapa hari lalu, Dimas Kanjeng ’memroses’ uang di hadapan petinggi Polda Jatim, di Mapolda. Dari tangan Dimas Kanjeng mengeluarkan uang tunai Rp 30 juta. Petinggi Polda pun geleng-geleng kepala,” ujar Suryono.
Tidak hanya ”memmroses” uang, Dimas Kanjeng juga sesekali mendatangkan batu permata, akik, hingga arloji merek terkenal. Berbeda dengan uang yang memang asli, sejumlah penerima benda-benda perhiasan itu meragukan keasliannya.
Ketika hal itu ditanyakan, Dimas Kanjeng mengatakan, permata itu belum saatnya dijual. ”Bersabar, tunggu waktunya untuk bisa dijual,” ujarnya.(bersambung)
Sumber : dimas kanjeng taat pribadi
readmore...