Social Icons

.

Rabu, 02 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Penantian Panjang ‘Warisan’ Rp 2 Biliun

Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi (42) identik dengan ‘kesaktian’ dan kekayaan yang tak terlukiskan. Ibaratnya, tinggal jentik jari, uang sekarung pun langsung muncul. Terbaru tersiar kabar dia bakal bagi-bagi ‘warisan’ Rp 2 biliun (1 biliun=1.000 triliun) ke pengikut padepokannya. Benarkah? Sebab banyak juga ‘anak-nya’ yang mengeluh belum ‘balik modal’ padahal sudah setor mahar.
NAMA aslinya Taat Pribadi. Lahir di Desa Wangkal, kawasan di lereng Gunung Argopuro, Kabupaten Probolinggo pada 28 April 1970 silam. Ayahnya, Mustain seorang polisi, pernah menjabat Kapolsek Gading.
Sempat berguru pada Kiai Ilyas sejak tahun 2000 lalu, predikat Dimas Kanjeng kemudian ditambahkan oleh gurunya, di depan nama Taat Pribadi. Sejak sekitar lima tahun terakhir, namanya meruyak ke permukaan.
Publik Probolinggo terhenyak ketika mengetahui Dimas Kanjeng -panggilan akrab Dimas Kanjeng Taat Pribadi- membagi-bagi sedekah dan zakat sejak sekitar lima tahun lalu.
Demikian massal dan kolosal. Sekitar 10.000 fakir miskin dikumpulkan di lapangan Desa Wangkal untuk menerima santunan. Tidak tanggung-tanggung, setiap tahun Dimas Kanjeng membagikan sekitar Rp 1 miliar uang tunai.
Belakangan ribuan fakir miskin itu tidak lagi dikumpulkan di lapangan desa, melain diundang ke padepokan Dimas Kanjeng. Rumah sekaligus padepokan itu terus diperluas hingga terhampar di tanah sekitar 1 hektare.
Padepokan yang sejak 2012 ini dinaungi Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu letaknya tersembunyi di kawasan persawahan, kebun, dan perkampungan warga. Dari Kota Probolinggo, padepokan itu berjarak sekitar 35 Km. Dari Kota Kraksaan, padepokan itu bisa ditempuh sekitar 10 Km ke arah selatan.
Sebuah pintu gerbang berbentuk Candi Bajangratu (candi peninggalan Majapahit) dan sebuah bangunan mirip gazebo menyambut tamu yang hendak memasuki padepokan.
”Kalau pun ada di padepokan, belum tentu Dimas Kanjeng mau menemui tamunya, apalagi kalau sedang ’menyepi’ di kamar. ”Saat Sampeyan (wartawan Surabaya Post, Red.) ke sini, Dimas Kanjeng keluar sejak pagi. Tidak tahu kapan datang. Beliau juga tidak bawa HP, sehingga tidak bisa dihubungi,” ujar Sekretaris Yayasan Padepokan Dimas Kanjen Taat Pribadi, Suryono.
Dikatakan Dimas Kanjeng memiliki hubungan akrab dengan sejumlah petinggi Polri, juga militer. Dinding ruang tamu Dimas Kanjeng, juga di dinding yayasan diwarnai sejumlah foto perwira polisi dan TNI. Tidak ketinggalan foto Kiai Ilyas, guru Dimas Kanjeng dan sejumlah ulama dan kiai.“Bahkan Ibu Marwah Daud Ibrahim juga menjadi pembina yayasan kami,” ujar Suryono.  Hingga berita ini diturunkan Marwah daud belum bisa dikonfirmasi.
Disinggung kekayaan Dimas Kanjeng, Suryono menyebutkan angka Rp 2.000 triliun atau Rp 2 biliun. ”Visi ke depan uang Rp 2.000 triliun atau Rp 2 bilion itu untuk memperbaiki nasib seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ditanya seputar informasi yang berkembang di luar bahwa Dimas Kanjeng bakal membagikan uang Rp 2 biliun  awal tahun ini, Suryono mengatakan, waktunya belum dipastikan. ”Waktunya belum dipastikan, yang jelas ibarat ibu hamil, sudah bukaan kesekian, bayinya sebentar lagi lahir,” ujarnya.

Uang ’Ghaib’
Sosok Dimas Kanjeng masih menyisakan misteri bagi sebagian orang. “Bagi kami, Dimas Kanjeng itu waliyullah (wali Allah, Red.) yang memiliki karomah (keutamaan, Red.),” ujar Sekretaris Yayasan, Suryono.
Sisi lain di berbagai kesempatan, Dimas Kanjeng sendiri mengaku, bukan siapa-siapa. “Saya bukan kiai, paranormal, hingga tabib seperti anggapan orang. Saya orang biasa, nama saya jangan dikultuskan, nanti bisa syirik kepada Allah,” ujarnya.
Kepada orang yang menanyakan pekerjaannya, Dimas Kanjeng mengaku, sehari-hari bekerja sebagai petani. Tetapi pengakuan itu menimbulkan tanda tanya, soalnya warga sekitar tidak pernah melihat Dimas Kanjeng turun ke sawah atau kebun.
Apalagi dikaitkan dengan santunan (zakat, sedekah) sekitar Rp 1 miliar yang ditebar Dimas Kanjeng untuk ribuan fakir miskin setiap tahun. “Kalau zakatnya saja Rp 1 miliar, berarti kekayaan Dimas Kanjeng puluhan miliar,” ujar seorang warga Desa Wangkal.
Dimas Kanjeng pun sempat mengaku, dirinya pengusaha yang memiliki banyak usaha. “Orang mengira saya tidak bekerja, padahal saya punya tambang batubara di luar Jawa, supermarket dan showroom mobil di Jember, hingga jual-beli berlian. Saya tidak sombong lho, penghasilan saya ratusan juta setiap bulannya,” ujarnya.
Tidak urung pengakuan Dimas Kanjeng sebagai pengusaha besar itu mengundang petugas pajak datang ke padepokannya. Petugas pajak itu bermaksud mendata pajak penghasilan (PPh) Dimas Kanjeng.
Dimas Kanjeng pun kelabakan. ”Pengakuan Dimas Kanjeng sebagai pengusaha batubara dan lain-lain itu hanya kamuflase soalnya sering ditanya publik, juga wartawan terkait kekayaan Dimas Kanjeng. Akhirnya asal jawab saja, sebagai pengusaha batubara dan lain-lain,” ujar Suryono.
Kepada petugas pajak dijelaskan, kekayaan Dimas Kanjeng berasal dari sumber ghaib. ”Lha kalau uang didatangkan dari sumber ghaib kan tidak bisa dikenai pajak penghasilan?” ujarnya.
Bahkan dalam berbagai kesempatan, Dimas Kanjeng pun mempertontonkan kemampuannya mendatangkan jutaan rupiah uang tunai. Di hadapan sejumlah wartawan dan tamunya, Dimas Kanjeng duduk di kursi di ruang tamunya.
Pria itu kemudian meminta seorang santriya menyemprotkan minyak wangi ke sekujur tubuhnya. ”Tolong diperiksa dulu di kursi dan baju (baju ghamis, Red.) saya. Tidak ada apa-apa kan?” ujar Dimas Kanjeng.
Ia kemudian merentangkan kedua tanganya ke belakang punggungnya sembari menghela napas panjang. Mulutnya tampak komat-kamit, seperti berdoa.
Secara tiba-tiba dari kedua tangannya terlihat berlembar-lembar uang tunai Rp 100.000-an. Ia terus ”memproses” (mendatangkan) uang, dan dalam hitungan menit sudah terkumpul Rp 34 juta. ”Ini uang asli, kalau sampai satu lembar saja ada yang palsu, laporkan saya ke polisi,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu, di depan jajaran muspika Kecamatan Gading termasuk Kapolsek Gading (saat itu), AKP Sunartopo, Dimas Kanjeng memamerkan empat peti kayu berukuran masing-masing panjang 2 meter, lebar 1 meter dan tinggi 1 meter. Keempat peti kayu itu penuh dengan lembaran uang Rp 100.000-an.
”Uangnya asli, kalau palsu ya jelas kami tangkap,” ujar Kapolsek Gading, AKP Sunartopo saat itu. Namun Kapolsek tidak ingin mengusut asal-usul uang sebanyak itu karena menurutnya, termasuk menyangkut privacy seseorang.
”Bahkan beberapa hari lalu, Dimas Kanjeng ’memroses’ uang di hadapan petinggi Polda Jatim, di Mapolda. Dari tangan Dimas Kanjeng mengeluarkan uang tunai Rp 30 juta. Petinggi Polda pun geleng-geleng kepala,” ujar Suryono.
Tidak hanya ”memmroses” uang, Dimas Kanjeng juga sesekali mendatangkan batu permata, akik, hingga arloji merek terkenal. Berbeda dengan uang yang memang asli, sejumlah penerima benda-benda perhiasan itu meragukan keasliannya.
Ketika hal itu ditanyakan, Dimas Kanjeng mengatakan, permata itu belum saatnya dijual. ”Bersabar, tunggu waktunya untuk bisa dijual,” ujarnya.(bersambung)
Sumber : dimas kanjeng taat pribadi

38 komentar:

  1. sebentar lagi euy ..... bersiap2lah para santri menerima kucuran dana ???

    BalasHapus
  2. Ya tuhan lindungi aku dari org org seperti ini

    BalasHapus
  3. semoga cepat jadi kenyataan, semoga cairnya di dunia bukan cuma di aherat. kita tunggu paling ahir tanggal 20 januari sesuai dengan janjinya, kalau sampai tanggal 20 ini tidak cair berarti santrinya dapat janji lagi, janji yang ke seratus sekian kalinya.

    BalasHapus
  4. @Pendowo limo, semua santri tidak menganggap Dimas Kanjeng sebagai wali. Kenapa anda sendiri yang menghubungkan kanjeng dengan wali. Kalau Pendowo limo memang benar2 wali tapi Wali Murid. he.he.. Dasar syirik and munafik

    BalasHapus
  5. Wali ASU penipu kok di samakan dg Wali sembilan

    BalasHapus
  6. Semoga orang yg menghina padepokan dimas kanjeng taat pribadi di luruskan jalannya,dibukakan hatinya yg telah tertutup oleh bisikan setan.

    BalasHapus
  7. Ingat .... semua hal baik pasti akan ada yg menghalingan ,dan yg menghalanginya adallah kalangan setan dan iblis ..

    BalasHapus
  8. "kiTa beNar2 yakiN & percaYa kepada DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI beserta PARA SANTRInya yaNg iNgin men'sejaHterakaN peNduduk iNdonesia & menoLong faKir miskiN.
    "THE BEST OF DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI feat PARA SANTRInya"

    BalasHapus
  9. Hallo,

    daripada berdebat gak ada habisnya. masukan saya. kenapa gak, bagi yang tidak percaya untuk tetap diam dan terima saja (saya bisa ngerti, bahwa mungkin di pikiran kalian, andai ada hal2 yang jelek (menurut kita) sudah kewajiban kita untuk mengingatkan sesama sebelum tersesat, tapi pada kenyataan nya, "baik" untuk kita itu beda2 bukan, tergantung dari sudut pandang mana kita pribadi masing2 melihat).

    bagi yang percaya alangkah baik nya untuk tidak menyesuaikan sifat atau tingkah laku dari yang gak percaya.

    pada intinya, dari sudut pandang saya, yang gak percaya dan berkomentar ini sepertinya dia bener2 percaya kok dengan padepokan makanya terus berkomentar, kalo memang gak percaya ya sudah komen aja sekali untuk menyuarakan isi hati anda atau memberikan masukan dari sudut pandang anda sendiri dan selese. toh andai padepokan nipu, bukan uang anda yang hilang kan? dan yang dosa juga bukan anda. kenapa bingung?

    dan dari sudut pandang saya bagi yang percaya, malah terlihat seperti padepokan bener yayasan yang gak jelas karena kalian semua membalas dengan sifat yang sama2 kasar dengan komentar orang yang gak percaya ini. ngapain juga di tanggepin atau di tantang(saya ngerti maksud kalian membela padepokan kan, tapi lebih baik di tanggapin dengan halus dan dengan senyum saja, bukan ada yang bilang setan di sindir setan juga). bikin sakit ati aja. hidup itu di buat happy donk.

    saya bukan yang sok adil dan bijaksan atau apalah itu, cuma lucu dan aneh saja mbaca komen2 kalian semua yang saling musuhan, beneran seperti anak kecil yang lagi julur2in lidah dan gak ada yang mau saling ngalah. jadi tolong bagi yang percaya, jangan cemarkan nama padepokan dengan sifat2 kalian, dan bagi yang gak percaya, jangan ikut campur urusan orang lain. dah itu aja semoga ngerti apa yang saya maksud.

    ---- kalo gak pengen di anggap penjahat ya jangan berkelakuan mirip penjahat, artinya kalo ada yang jelek2in nama padepokan ya sudah jangan di bales dengan kata2 kasar juga atau dengan sifat saling mengolok----

    maaf sebelumnya andai semua kata2 saya tidak sesuai, tapi sekali lagi saya cuma mengungkapkan kata2 sesuai dari sudut padang saya.

    smoga bermanfaat kawan!!!!

    nb: untuk pendowo limo, niat banget ya ampe di buat blog tentang padepokan, seru lho malah mbantu padepokan jadi terkenal dan saya yang dulu gak tertarik, sekarang jadi tertarik untuk jadi pengikut padepokan dimas kanjeng ini. terima kasih banyak.(hehehe) sebenernya apa yang anda tulis juga menjadi pertanyaan saya, cuma bedanya, saya masih percaya karena saya punya pikiran " setiap orang punya alasan sendiri2 ketika melakukan sesuatu" dan saya bisa ngerti jalan pikiran anda, kalo boleh berkomentar, sebeneranya anda ini orang baik dan suka menolong kalo di lihat dari blog anda yang ceplas-ceplos suka mengutarakan isi hati dan berpikir secara logika. tapi alangkah baiknya untuk di hapus saja blog itu dan biarkan saja apa adanya sekarang, kalo sudah percaya mau gimana lagi toh. percuma ngotot, apa gak capek tuh?. dan terakhir, sifat anda yang suka mengutarakn isi hati dan mencari tau kebenaran ini sebenernya bukan sifat orang indo lho kalo gak percaya, coba aja bikin riset. banyak dari orang indo apalagi di sebuah meeting akbar ya. ngerti gak ngerti jawabanya "ya" dan itu udah pasti. karena saya sudah sering sekali mengikutin meeting2 yang bertaraf international dan national. tapi untuk kali ini, sebaiknya kita sesuai sifat aja dech. toh buat anda padepokan ini gak penting (tolong hargai orang2 yang membuat padepokan ini penting bagai hidupnya, saling menghargai antar sesama itu berpahala lhooo hehehe) gimana? maaf sebelumnya, saya bukan menjatuhkan anda atau menjelek2an anda, tapi lebih tepatnya mohon pengertian nya saja.

    terima kasih

    BalasHapus
  10. Maaf!!! sebelumnya kami sebagai santri Dimas kanjeng gak terima dan gak mau kalau Kanjeng dibilang penipu. Jadi secara gak langsung orang yg ikut Kanjeng dianggap bodoh semua termasuk saya. Maaf..Jujur aja saya lulusan S-3 psikologi

    BalasHapus
  11. Maaf tidak ada yang mengatakan santri padepolan bodoh. Tapi anda semua sudah jadi hamba uang...yang belum tentu menyelamatkan anda di akhirat kelak. Wass

    BalasHapus
  12. Merdeka ... merdeka ... padepokan dimas kanjeng taat pribadi.

    BalasHapus
  13. ya Allah berilah petunjuk kepada hamba-Mu karena mereka tidak mengetahui.

    BalasHapus
  14. bukalah hati mereka yg menghina padepokan dimas kanjeng taat pribadi dari bisikan setan dan iblis...amiennn...

    BalasHapus
  15. hallo,

    saya gak tahu yang bilang bodoh juga sapa? mungkin salah paham kali ya dari kata2 saya sebelumnya.

    saya bukan membela pandowo limo dalam hal berdebat, tp kata2 dia masuk logika semua kok(cth:bank Ind yang tdk menanggani perorangan atau ttg keaslian permata, dll) & saya yakin buat orang yang keingintahuan nya tinggi kepala mereka bakal dipenuhi pertanyaan "kenapa dan mengapa" sebenarnya bisa di bilang "smart ass" alias "sok tau" u/ dari segi negatifnya (biasanya orang barat yang punya sifat ini),tp u/ dari segi positifnya, itu ciri2 orang pintar lho. kalo anda lulusan psikolog, pasti tau hal ini,krn saya jg lulusan di bidang psikolog (jadi juga tahu character), hukum(mengenal juga tentang hukum2 yang berlaku,surat2,bank), bisnis (tau dalam hal bisnis kita gak cuma sekedar "nrima" tapi harus "riset" dulu / lebih dikenal sebagai "strategi"),perhotelan (mengenal tata krama),pengalaman kerja dibidang batu permata (saya tau kaaslian batu permata). ya secara jujur nilai bisa di bilang ok, tapi segak2nya saya mengenal semua hal yang penting,tp tidak menutup kemungkinan saya tetap beradaptasi dgn keadaan sekitar, makanya walopun banyak pertanyaan dikepala saya, saya lebih memilih diam dan percaya. alasan lain kenapa saya percaya, karena saya sendiri punya kelebihan bisa mendengar, merasakan&kadang melihat keadaan sekarang/sekitar melalui mimpi(walopun masih level rendah&sering di bilang gila hahaha),makanya saya percaya hal ghaib yang tidak kasat mata, selama uang yang di berikan asli adanya, saya gak terlalu perduli dengan batu permata, toh apa guna nya, susah dijualnya& jarang ada orang yang mau, kecuali kolektor / orang yang suka pamer. buat saya kalau ingin kerlap kerlip ya saya beli dari swarovski saja. lebih murah&lebih aman pemakaian nya.

    ok balik lagi dari sifat keingin tahuan itu. selama yang saya tau, pada dasarnya (menurut riset) orang indo itu kebanyakan kreatif lho (bukan pintar)&kita diajarkan untuk toleransi, saling menghormati orang yang lebih tua(kadang bagus,tp kadang gak,krn kadang perlakuan orang yang lebih tua tdk sll baik seperti Mommy saya yg dari Indo T_T hiks suka main tangan). tp toleransinya kayaknya berlebihan sekali u/ jaman skrg, artinya:ketika ada pertanyaan, knp tdk bertanya saja langsung tp malu2 kucing / malah takut (orang indo banget tuh, tapi ngrumpi di belakang layar hahaha). dalam hal padepokan ini, banyak yang malu mengutarakan isi hati krn mereka takut tdk dapat uangnya kembali. tp saya ngerti sekali, didalam padepokan ini masih mengikutin istilah "jaman dulu", jadi ya "yaya" saja.

    sebenarnya, jangan di samakan dengan jaman dulu yang orang2nya masih "putih" sekarang udah "abu2" maksud saya. jaman sekarang ego masing2 orang itu besar, kalo kita gak banyak pertanyaan yang ada kita di tipu. makanya bagi yang nentang dengan pemikiran yang logis (walopun gak ada bukti nyata)harusnya tetap kita hargai saja lah, bukan nya di tolak mentah2 gitu. kalo saya bilang sih, dibuat pembelajaran saja sambil cari tau gimana caranya untuk menutupi kekurangan2 ini. kalo malah di bentak2 / di balas dengan kata2 jelek yang ada padepokan ikutan jelek.

    yang saya tau didunia psikologi, semakin kita tertarik dgn sesuatu, semakin besar pertanyaan yang ingin kita ajukan, bener gak? intinya, bagi yang gak percaya2 ini, seperti pendowo lima, saya rasa dia tuh percaya 100% lho sebenernya tertarik tp masih ada rasa dag dig dug ya mungkin trauma dulunya / alasan2 lain sehingga memicu keingintahuan nya dia. andai ada orang yang sabar&menjelaskan dengan kata2 yang baik&jelas (bukan ngambang) mungkin dia bisa berubah. makanya saya sempat note ke pendowo lima, kalo memang gak tertarik berhenti saja u/ menentang & manghapus blognya.

    ok! saatnya mengucapkan sampai jumpa, karena saya harus kembali ke negara asal saya, the holiday is over already guys!

    salam dari Montreal/Au revoir mon Ami, jusqu'à l'année prochaine,
    ^_* C.L

    BalasHapus
  16. mari aamiin kan bareng..
    smoga bener dan tidak di tunda lagi,dan benr akan kluar pada tanggal 20 januari 2013.
    dan padepokan di beri limpah rahmat dan kemakmuran oleh Allah Swt.aamiin

    BalasHapus
  17. Semoga tanggal 20 januari ini harapan santrinya benar-benar jadi kenyataan, tidak pakai janji-janji lagi! biar santri-santrinya bisa tenang dari tagihan hutang-hutangnya! yang pinjam ke Bank cepat lunasi, yang gadai mobil,motor, sawah dll cepat di tebus!

    BalasHapus
  18. Semoga saja Ya allah ..... semoga ini adallah kebenaran bukan seperti yg ada di benakku sekarang ini...

    BalasHapus
  19. tgl 20 januari 2013 cair????Insyaallah gak mungkin percaya sama aku....Insyaallah dijamin gak cair...KNP?
    karena berita pencairan ini gak benner sama sekali.YAng merasa bukan santri gka usah ikut komentar>>>Wahai santri padepokan... aku bertanya padamu..Apakah benar kalian para santri mendengar sendiri dari mulut "Kanjeng Taat Pribadi" bahwa Beliau akan mencairkan Dana Amanah pada tgl 20 januari 2013? Jawabanx Pasti "TIDAK" smua berita ttg pencairan ini adalah issue yg dihembuskan oleh org2/santri2 yg jelas tdk bertanggung jawab yg berakibat tercemarx nama Baik Padepokan,dng maksud n tujuan agar mrk smua yg tdk percaya/yg percaya usaha ini galau/kacau morat-marit..carut -marut.Inti dr issue ini agar smua santri padepokan menjadi galau n ragu2 terhadap usaha ini...jd klo yg ngomong "CAIR" itu bukan Kanjeng Taat Pribadi sendiri.....100000000% pasti bohong siapapun itu n apapun jabatanx dipadepokan....apalagi santri..terlebih2 diluar padepokan....pasti CARPAX bhs inggrisx....maaf

    BalasHapus
  20. Ya kalau cairnya tanggal 20 Januari 2013 lebih bagus berarti lebih cepat. Tapimenurut informasi yang saya dapat justru bulan 5 tahun 2013 malam jum'at.

    BalasHapus
  21. Tidak bakalan ada yang tahu pasti cairnya Mas. Informasi masih simpang siur karena yang janji masih manusia bukan Alloh. Kalau Alloh yang janji pasti tepat, tapi kalau manusia yang janji belum tentu. Apalagi janji cairnya sudah dari beberapa tahun yang lalu. Kalau kami tanya kenapa mundur, jawabannya mesti harus sabar karena kita dituntut sabar.
    Tolong diingat kalau toh cair, pasti pada segelintir orang saja yang getol mau narik maharnya. 1000% tidak bakalan rata pembagiannya dan nantinya pasti ada alasan kenapa yang lain kok masih belum bisa kebagian. Salam dari wilayah timur

    BalasHapus
  22. Pendowo Limo wangkal gak duwe santri. Dadi isine iri tok dan komennya negatif terus.......... Sori buka bukaan...yo

    BalasHapus
  23. walah kok banyak bacot to semua tunggu ja jam tayang nya di semua stasiun tv nasional saat pembagian cairan bro..... bagi seng tukang nyalahne rungokno kuping mu yooo

    BalasHapus
  24. sampai kapan para santri menunggu,acian deh santri diboongin ama si kanjeng,cair cair cair cair ....air ujan kale. . . .

    BalasHapus
  25. لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاّ بِإِذْنِهِ

    Segala sesuatu yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah dan semuanya didalam kekuasaan Allah dan dibawah kekuasaanNya. Dan tidak ada seorangpun yang mampu memberi syafaat kecuali atas izin Allah SWT

    BalasHapus
  26. Sudah lebih dari tanggal 20 Januari 2013. Tapi tidak terjadi apa2.....!!!!!

    BalasHapus
  27. HIDUP DIMAS KANJENG...HIDUPPP FUCCKEERRRZZZ......
    Klo Umat islam kaya kamu semua, nyesel saya meluk islam ...Dasar DIMAS NGACENGG...

    BalasHapus
  28. Kalau ada yang sakit hati sama DIMAS Kanjeng ya? HUB sy lewat Email : BillyHunter@gmail.com.

    klo byaran anda cocok, dalam hitungan hari saya bisa BUNUH siapa saja yang anda pesan.

    silahkan....

    BalasHapus
  29. WOYYYY SUDAH CAIRRRRRRRRRRRRRR YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    SELAMAT YA...SILAKAN AMBIL UANGNYA DI PADEPOKAN....AYO SEGERA AMBIL SEKARANG, JANGAN LUPA BAWA KARUNG........UNTUK BALAP KARUNG SAMA DIMAS KANGJENG MAMIIIIII

    BalasHapus
  30. Yang benar sudah cair mas? besok mau ke padepokan...untuk beli 10 mbl angkot....kan mu bisnis angkott....

    BalasHapus
  31. WAHAI...PARA SANTRIKU ...YANG SELALU SETIA MENGABDI DAN BERJUANG DEMI PADEPOKAN....SUDAH TIBA SAATNYA KEMISKINAN DIGANTI DENGAN KEKAYAAN, KEBODOHAN DENGAN KETOLOLAN, SAYA TUNGGU KALIAN SEMUA DI PADEPOKAN BESOK JAM 10 PAGI..KARENA UANG AMANAH SUDAH SAMPAI PADA WAKTUNYA ..........BESOK PENCAIRAN, PENCAIRAN, PENCAIRAN...
    KALIAN LANGSUNG DATANG AJA DARI SELURUH DUNIA KE PADEPOKAN SAYA...JANGAN BILANG2 KOORDINATOR YAAA
    TTD
    (DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI)

    BalasHapus
  32. horeee es nya sdah caiir. ga usah pakai dukun atau tukang sihir es ku sudah cair hoooooreeeee

    BalasHapus
  33. Bagaimana sekarang sudahkah pda mndapatkan dananya

    BalasHapus
  34. Wahh../..
    bnyak yang masih ga paham... Kalau Uang Di Produksi di PERURI dan atau PURA..
    sudah jelas... memakai bahan Khusus "Scurity",,, yg mana tidak bisa di palsukan. dan stiap lembaR uang yg di Produksi mempunya No.Seri khusus....
    untu membatasi.... dan mencegah INFLASI Negara.,
    kalaupun ada uang sejumlah 2 Bilion... dalam bentuk rupiah nyata ... Itu semuah Hal yg tidak Realistis.

    BalasHapus
  35. masih tertipu dng metoda penggandaan uang?..nonton YKS versi Ferdiand dong

    BalasHapus
  36. saya dapat berape ya ncing kanjeng..

    BalasHapus