Social Icons

.

Selasa, 27 November 2012

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Siapkan Santunan Rp 8 Miliar, Uang Disimpan dalam Peti

Probolinggo-Surya- Sejak tiga tahun terakhir, para fakir miskin di sekitar Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, merasakan aliran uang dari dermawan setempat yang bernama Dimas Kanjeng Taat Pribadi, 38. Jumlahnya cukup lumayan untuk ukuran mereka dan datangnya rutin, terutama pada hari-hari besar keagamaan Islam.

Pada Senin (14/9) sore kemarin atau seminggu sebelum lebaran, kembali warga miskin Desa Wangkal kecipratan rezeki Dimas Kanjeng. Yang mendapat bagian sekitar 2.000 orang. Bentuknya berupa beras 10 kg dan uang tunai Rp 50.000 per orang. Sedangkan yang tidak kebagian beras, diberi uang tunai masing-masing Rp 100.000.

Namun demikian, kepada Surya Dimas Kanjeng menyebut bahwa apa yang dibagikannya bukanlah zakat melainkan santunan, kendati waktu pemberiannya menjelang lebaran.

“Ini santunan, bukan zakat. Kalau zakat, saya punya cara sendiri untuk membaginya. Saya tak ingin pembagian zakat saya diketahui umum. Hanya Allah yang tahu,” katanya kepada Surya.

Total dana yang dibagikan Dimas kemarin baru sekitar Rp 200 juta. Tetapi, dia sudah menyiapkan sekitar Rp 8 miliar untuk dibagikan sebagai santunan. Uang miliaran yang di antaranya tersimpan dalam peti kayu dengan panjang dan lebar 0,5 meter serta tinggi 90 cm itu lantas ditunjukkan Dimas. Uang-uang itu disimpan bersama tumpukan emas batangan di kamar rumahnya.
“Ini uang asli, jumlahnya Rp 8 miliar,” ujarnya sembari mengambil segebok uang lalu mempertontonkannya kepada wartawan.

Dari pantauan Surya di lokasi rumah Dimas Kanjeng, pembagian santunan kemarin dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Acara pembagian berlangsung lancar, lantaran tuan rumah membuat panitia yang terdiri dari puluhan orang. Mereka mengenakan kaos yang bergambar foto Dimas Kanjeng.

Beberapa anggota kepolisian juga sudah berada di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya ketidaktertiban. Bahkan, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Sunardi Riyono, juga terlihat di lokasi pembagian santunan.

Menurut Dimas Kanjeng, uang yang disisihkan dari hasil usahanya itu akan diberikan kepada fakir miskin secara bertahap. “Hari ini baru Rp 200 juta. Pokoknya tiap hari besar Islam, misalnya Isra Mi`raj atau Maulid Nabi, saya selalu mengeluarkan santunan,” katanya.

Santunan itu sudah diberikan kepada warga sekitar sejak tiga tahun terakhir. “Jumlah yang sudah saya keluarkan mungkin sekitar tiga miliar rupiah,” ujar Dimas mengingat-ngingat uang yang sudah dikeluarkannya.

Dimas Kanjeng mengaku, hartanya diperoleh dari hasil bisnis batubara, otomotif dan jual-beli intan. “Kalau ada orang yang berprasangka buruk, itu sangat tidak benar. Karena saya sudah lama berbisnis dan baru tahun-tahun belakangan ini menuai hasilnya,” kata Dimas sembari menyebut penghasilannya mencapai ratusan juta per bulan.

Ketika ditanya kenapa uang sebanyak itu tidak disimpan di bank, Dimas Kanjeng menjawab bahwa guru spiritualnya tidak memperkenankan dirinya menyimpan uang di bank.
“Itu sesuai petunjuk dari guru saya. Yang jelas, ini uang dari hasil bisnis,” ujar Dimas yang memiliki tiga anak ini.
Seorang tetangga Dimas mengaku terkesima dengan banyaknya uang yang kerap dibagi-bagikan Dimas kepada warga di sekitar desanya.

“Kok bisa ya dia kaya seperti itu,” kata seorang tetangga yang enggan disebut namanya.
Sebetulnya, dari pantauan Surya, rumah Dimas Kanjeng tidaklah mewah. Bahkan, bila dibandingkan dengan rumah-rumah mewah di perkotaan, rumah Dimas terkesan biasa saja.

Namun, jika dibandingkan dengan rumah para warga di Desa Wangkal pada umumnya, rumah Dimas yang berlantai dua itu terbilang mewah. Rumah tersebut memiliki pintu gerbang cukup tinggi dan kokoh.
Di tembok ruang tamu rumah, banyak terpajang foto para kiai dan alim ulama selain foto diri Dimas. Selain berbisnis, Dimas juga memimpin sebuah LSM di Probolinggo.

8 komentar:

  1. yg dilakukan dimas kanjeng taat pribadi adalah suatu bentuk keperdulian untuk desa wangkal dan umat.

    BalasHapus
  2. subhanallah,uangnya banyak bgt.aku mau dong.. hehehe

    BalasHapus
  3. salam padepokan dimas kanjeng taat pribadi

    BalasHapus
  4. ini penipuan pablik> ini sumau bohong. buktinya sudah lebih 9 tahun belum ada yang terbukti. yang ada hanya janji-janji saja. berlian dan emas saja yang di berikan kepada jama'ahnya semua palsu tidak bisa dijual.

    BalasHapus
  5. kok bisa kebohongan publik,bohong bagaimana ,, siapa yg di bohongi ? coba ada tidak yg sudah di bohongi..tidak ada lah.janji janji pasti di berikan .. allah pun memberikan janji jani kepada siapa saja yg berbuat baik masuk surga.palsu yg bagaimana ?? semua asli kok... g ada yg palsu .. semua sudah di test secara teliti.dan hasilnya 100% asli.

    BalasHapus
  6. INGATLAH .. ILMU ALLAH ITU LUAS DAN TAK TERBATAS

    SALAM PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI

    BalasHapus
  7. JANGAN MUDAH MENGANGGAP WALI KALAU HANYA BISA MENARIK UANG,EMAS,BERLIAN,JAM ROLEX, karna itu bukan termasuk ciri2 keteria wali.
    Auliya’ itu jama’nya Wali, yaitu orang yang ma’rifat terhadap Allah dan sifat-sifatnya, dengan istiqomah menjalani taat, menjauhi larangan dan berpaling dari bujukan ladzatnya dunia dan syahwat.Fatwa Al-Yuusi Tentang : Syarat-Syarat Seseoarang Bisa Mencapai Derajat Wali
    Al-Yuusi, dengan mengutip pendapat sebagian A’immah mengatakan: “seseorang tidak bisa mencapai derajat wali, kecuali dengan empat syarat :
    1.mengetahui “ushul Ad-din” sehingga bisa membedakan antara pencipta dan makhluk yang diciptakan, juga antara nabi dan orang yang mengaku menjadi nabi.
    2.mengetahui “hukum-hukum Syareat” baik secara “Naql” maupun dalam hal “pemahaman dalil” dengan perumpama -an, seandainya Allah mencabut ilmunya penduduk bumi, niscaya akan bisa ditemukan pada orang tersebut.
    3.mempunyai sifat-sifat terpuji. Seperti; wira’i dan ikhlas dalam setiap amal.
    4.selama-lamanya dalam keadaan “takut” tidak pernah merasa tenang sekejap-pun, karena ia merasa tidak tahu apakah tergolong orang-orang beruntung ataukah orang-orang celaka ?
    BAGAIMANA DENGAN TAAT PRIBADI YANG JELAS TIDAK BISA BACA AL-QUR'AN?

    BalasHapus
  8. KITA SEMUA SANTRI PADEPOKAN TIDAK PERNAH MENGANGGAP DIMAS ITU SEBAGAI WALI ATAU PUN YG LAIN.INGAT ILMU ALLAH ITU TAK TERBATAS ...

    BalasHapus