Social Icons

.

Selasa, 27 November 2012

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Zakatkan 1 M untuk Kaum Duafa

 

PROBOLINGGO, KABARWARTA – Dihari menjelang lebaran ini tentunya mengingatkan kita pada insiden pembagian zakat pada lebaran 2008 lalu, H Syaikhon di Pasuruan yang mana saat itu menewaskan 21 fakir miskin. Hal tersebut tidak menyurutkan niat dermawan lain untuk membagi zakat mal secara langsung. Kanjeng Taat Pribadi, pengusaha dari Desa Wangkal, Kec Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini membagikan zakat kurang lebih Rp1 miliar kepada 10.000 fakir miskin se-Kab. Probolinggo.

“Saya sudah membagikan santunan sejak tahun 2008 yang dihadiri ribuan fakir miskin. Alhamdulillah, hingga kini tidak ada jatuh korban.” Ujar Kanjeng disela-sela pembagian santunan secara langsung di halam rumahnya, Sabtu (12/08/2012) siang. Untuk membagikan santunan uang tunai itu, Padepokan Dimas Kanjeng dibantu panitia dan 500 personil dari aparat Kepolisian dan TNI. Juga lepas dari tenaga medis pun siap-siaga. 

Kanjeng Taat Pribadi adalah sosok orang yang dermawan khususnya di Desa Wangkal tersebut, dalam setiap tahunya pasti rutin diadakan acara pembagian santunan kepada kaum duafa, tidak tanggung-tanggung setiap kaum duafa yang dapat santunan senilai Rp100 ribu. Bukan hanya itu saja melainkan setiap harinya, Kanjeng selalu mengeluarkan uang operasionalnya sebesar Rp30 juta untuk kaum duafa.

Santunan tersebut yang sebelumnya berupa kupon untuk penukaran amplop dengan uang berisi Rp100 ribu. “Ini semuanya rejeki dari Allah,” katanya pada kabarwarta.com. Sementara, dalam sambutan Kyai Muchsin Hasan Basri mengatakan, dalam pemberian santunan tersebut jangan sampai riyak. “Kita memberi hanya demi Allah,” sebutnya. Kyai Muchsin juga mengingatkan pada kita semua agar supaya tetap menerima karena Allah, sebab kalau tidak ada iman dan islam tentunya tidak ada rejeki yang turunnya dari Allah SWT.” Terangnya

11 komentar:

  1. sebagai orang wangkal,saya bangga akan adanya padepokan dimas kanjeng taat pribadi.

    BalasHapus
  2. dukung komunitas padepokan dimas kanjeng taat pribadi.

    BalasHapus
  3. allahu akbar .. allahu akbar .. allahu akbar .

    BalasHapus
  4. Orang wangkal sendiri hanya 11 orang yang ikut taat pribadi, yang lain tidak ada yang tertarik karna orang wangkal tau taat pribadi penipu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, walaupun semuanya terlihat benar, tetap saja semuanya adalah tipu daya .sesat. Tuhan mengajarkan umatnya supaya berusaha untuk mendapatkan suatu hal. bukan cara demikian.

      Hapus
  5. penipu yg bagaimana ? bisa di buktikan ? dan siapa korbannya ? orang wangkal harusnya sangat senang ada seorang dermawan yg sudah menyisihkan hartanya untuk warga wangkal sendiri.

    BalasHapus
  6. INGATLAH .. ILMU ALLAH ITU LUAS DAN TAK TERBATAS

    SALAM PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI

    BalasHapus
  7. salam santri2 padepokan dimas kanjeng taat pribadi

    BalasHapus
  8. tunggu sampai semuanya terungkap kebenarannya....

    BalasHapus
  9. Sadarlah bapak2 , ingat allah itu adil... Saya sebagai manusia biasa kita harus percaya dengan adanya ghoib, yaa tolonglah jangan menjustifikasi secara sepihak apabila belum mengetahui secara menyeluruh dan diakui oleh mayoritas. .... Apabila anda menganggap menipu yaa anda salah besar apabila anda bukan sebagai korban..... Anda belum jadi korban ajaa sudah sembarangan....... Selama ini tidak ada korban kok.... Berarti mayoritas di indonesia sudah mengakui bahwa smua ini benar.. Sudah cukup penjelasan sayaa.... Trimakasih

    BalasHapus