Social Icons

.

Pengumuman :
Bagi rekan2 yg sudah tertipu oleh " Dimas Kanjeng Taat Pribadi "
Silahkan kirim Video , Rekaman Suara , Foto DLL kesesatan Padepokan Ke Email : bongkar.padepokan@gmail.com

 

Jumat, 10 Oktober 2014

UANG GAIB MEMBAWA PETAKA


Sosok Dimas Kanjeng Taat Prabu, cukup populer di Jawa Timur. Pria bertubuh tambun ini dikenal bisa menarik uang gaib.

Pria yang lebih dikenal sebagai dukun pengganda uang ini, menyita perhatian beberapa tahun terakhir. Bahkan tak sedikit warga kepincut “nyantri” yang tergabung pada “Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Prabu”. Virus ini pun mewabah di Sulsel.

Dengan bermodal Rp15 juta, santri Kanjeng bisa mendapatkan uang hingga miliaran rupiah dalam waktu sekejap. Bagi An, 33 tahun, itu sebuah penipuan.

Bagaimana kisah An sehingga bisa “terjerat” menjadi santri Kanjeng? Kepada FAJAR, An mengisahkan, satu tahun lalu, ia terlilit utang Rp30 juta. Dia berkeliling mencari modal untuk mengembalikan pinjamannya itu. Pelbagai upaya telah ia lakukan, termasuk mencari pinjaman ke bank. Usahanya itu tidak membuahkan hasil. Utang Rp30 juta tidak kunjung lunas.

An akhirnya bertemu dengan rekannya, Is yang bersedia membantunya. Dia diberikan petunjuk untuk bersedekah melalui Kanjeng Dimas Taat Prabu. Janjinya, adalah utang yang lunas beserta uang yang melimpah hingga ratusan juta.

Dari petunjuk itu, An mendatangi sebuah rumah di kawasan Abdullah Daeng Sirua, tepatnya Jalan Bonto Bila Makassar.

Sebuah rumah panggung unik/klasik yang di dalamnya dipajang beberapa foto Kanjeng Dimas beserta tokoh nasional lainnya. An diperlihatkan video aksi Kanjeng yang bisa menggandakan uang. Tumpukan uang muncul dari belakang Kanjeng yang duduk di kursi besar. Ada pula jimat yang disebut “kantung macan” dan “ikat pinggang”.

Tidak hanya itu, santri yang ada di rumah itu juga memperlihatkan dokumen foto tentang pertemuan Kanjeng dengan pelbagai orang ternama di negeri ini. Sebut saja Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Ada juga Syekh Puji dan beberapa petinggi kepolisian. Di Sulsel, beberapa nama pejabat disebut. Salah satunya, ketua DPRD Soppeng, Kaswadi Razak (sekarang wakil ketua DPRD Soppeng).

Seperti dihipnotis, An langsung percaya. Saat itu, dia mengaku langsung menelepon rentenirnya dan meminjam Rp15 juta. “Tidak sampai setengah jam saya sudah berikan uang itu ke pengurus. Saya langsung menjadi santri,” jelasnya.

Setelah resmi menjadi santri, An rutin mengikuti pengajian di tempat itu. Sayangnya, dua bulan berselang, An belum mendapatkan uangnya dengan jumlah yang banyak. Dia pun bertanya kepada pengurus. “Saya disuruh bersabar dan menambah kembali uangnya lebih banyak lagi,” bebernya.

An terus menambah investasinya ke Kanjeng Dimas. Karena bentuknya sedekah, semua uang yang diberikan itu tanpa ada kwitansi. Sudah ada ratusan juta uang yang diinvestasikan. Saat ditanya kapan kembaliannya, Kanjeng Dimas melalui pengurusnya malah meminta uang tambahan sebanyak mungkin. “Kita disuruh meminjam terus. Katanya kalau tidak ditambah maka tidak dapat keuntungan dunia dan akhirat,” jelasnya.

Setelah memaksa uang dikembalikan, An akhirnya mendapat tiga biji berlian dan “kantung macan”. Berlian itu diperkirakan senilai Rp3 miliar. Hanya saja, syaratnya, berlian itu harus terus disapu dengan minyak dari Kanjeng setiap saat. Berlian itu juga tidak boleh dijual sebelum masa waktunya. “Istilahnya berlian itu belum ON. Nanti setelah ON baru berlian itu bisa menjadi asli,” jelas dia.

Tidak hanya dimintai uang. Kanjeng Dimas juga meminta An untuk merekrut anggota baru. Ada banyak anggota yang tertarik. Mereka juga memberikan sedekah dalam jumlah banyak. Di tempat itu pula, An mengenal banyak tokoh masyarakat di Sulsel yang menjadi santri. Mereka diantaranya adalah Najmiah Muin dan anaknya Muhyina Muin. Ada pula beberapa anggota DPRD dan kepala daerah yang ikut nyantri. “Setahu saya Najmiah itu yang nilainya paling besar,” jelasnya.

Setelah investasi terus terkumpul, santri yang direkrut juga semakin banyak, uang An pun tidak kunjung bertambah. Utang malah semakin bertumpuk. Posisi An pun menjadi terdesak setelah santri-santri yang berada di bawahnya menagihnya. An terpaksa menjaminkan rumahnya ke bank Rp400 juta. Uang itu untuk mengembalikan utang-utangnya ke rentenir dan mengganti uang para santri rekrutannya. “Itu mi, utang yang Rp30 juta tidak lunas-lunas. Justru malah tambah banyak,” kata dia.

An baru sadar telah “tertipu” setelah mencoba membawa berlian itu ke pedagang emas di pasar sentral (Makassar Mall, red). Berlian itu ternyata palsu. Tidak ada yang mau membelinya dengan harga Rp50 ribu. Apalagi dengan nilai miliaran rupiah. “Setelah itu, saya baru sadar. Semua pemberian Kanjeng Dimas itu saya buang ke sungai,” jelas dia.

An menambahkan, dia kemungkinan adalah santri pertama yang sadar atas penipuan itu. Kasus ini, kata dia, adalah salah satu bentuk hipnotis. Masih banyak santri lainnya yang belum sadar. Setelah kehilangan uang hingga miliaran rupiah, mereka tetap mencari pinjaman uang. “Kalau saya tidak salah, santrinya di Makassar itu ada seribu orang. Rata-rata mereka belum sadarkan diri,” jelas dia.

Salah seorang pengurus jaringan Kanjeng di Makassar, Alim tak menampik keberadaan jaringan Kanjeng di Sulsel. Kepada FAJAR, Alim mengaku, jaringan Kanjeng sudah beroperasi di Sulsel sejak empat tahun lalu.

Alim pun mengaku jika apa yang digelutinya itu resmi. Ia beralasan, jika memang dianggap tidak resmi sudah sejak lama dihentikan atau pun ditangkap pihak berwajib.

“Di sini juga banyak orang penting. Jadi tidak mungkin kami tidak resmi,” beber Alim, Selasa, 7 Oktober.

Soal yang bergabung di jaringan Kanjeng tersebut, Alim menyebut semua kalangan. Mulai dari petinggi TNI hingga masyarakat biasa. Ia pun kerap menyebut nama Jenderal TNI Moeldoko.

Khusus Sulsel, Alim secara terang-terangan menyebut nama salah satu wakil bupati. Tak hanya itu, orang terpelajar pun masuk dalam jeratnya. Ini sesuai pengakuan Alim jika di antara santrinya ada berlatar belakang guru besar atau profesor.

“Aparat Polda dan Polrestabes Gowa juga ada beberapa. Kami terbuka pada semua kalangan,” imbuhnya.

FAJAR sempat bercanda, apa profesi wartawan juga ada yang bergabung menjadi santri? Alim menjawab di Sulsel sejauh ini belum ada. Tetapi di Jawa sudah sangat banyak. Di Jawa, jaringan ini sudah ada sejak 10 tahun silam.

Mengenai penggandaan uang, Alim menampiknya. Ia mengaku hanya menggelar istighosah setiap Kamis malam selepas Isya.

Untuk ikut istighosah, Alim mengaku tidak sembarang. Harus menjadi santri terlebih dahulu. Sayang, Alim menolak membeberkan persyaratan menjadi santri.

Menurutnya, itu hanya akan disampaikan bagi mereka yang betul-betul ingin bergabung. Bukan konsumsi publik.

Alim sempat menyebut pantangan bagi santri. Secara umum, tidak boleh melanggar aturan agama dan negara.

“Pantangannya sederhana. Kalau Anda Islam, cukup tidak melanggar aturan agama. Begitu pun, tidak melanggar aturan negara yang berlaku,” paparnya.

Namun, saat FAJAR menyambangi jaringan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Senin, 6 Oktober, sempat menemui salah seorang pengurus yayasan. Dari pria itu, diperoleh gambaran bahwa pembayaran mahar bisa dilakukan dengan cara tunai maupun melalui transfer dan tidak boleh diangsur.

Mahar itu diklaim pengurus yayasan sebagai wujud keikhlasan santri untuk bergabung mewujudkan kemaslahatan umat manusia. Malah pengurus yayasan itu menyebut untuk wilayah Sulsel, jumlah santri tersebar di hampir semua kabupaten/ kota dengan jumlah 25 ribu orang, terdiri dari pelbagai latar belakang profesi.

Anehnya, disebutkan bahwa perekrutan santri tidak membatasi agama. Semua agama dapat menjadi santri dan ikut bergabung dalam istighosah yang berlangsung setiap Kamis malam.

Juga disebutkan bahwa yayasan Kanjeng telah terdaftar di negara dan mendapat dukungan dari pelbagai petinggi pemerintahan mulai dari Panglima TNI, Kapolri, anggota KPK dan banyak lainnya. Bahkan ia menyebut Wakil Bupati Bulukumba dan Ketua DPRD Kabupaten Soppeng sebagai salah satu santri.

“Aktivitas kami tidak sesat kami berkumpul setiap malam Jumat untuk membaca yasin, doa-doa dan salawat nabi,” tukasnya dengan raut wajah tidak senang. (tim/ars-bas)
readmore...

Mengaku Setor Dana ke Kanjeng Sampai Rp 20 M


MAKASSAR — Terkuaknya jaringan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Sulsel membuat pengikutnya was-was. Salah satu pengikut Kanjeng, bahkan mengaku menyetor dana Rp 20 miliar secara bertahap.

Salah satunya, pengusaha tanah, Najmiah Muin. Usai menerima kabar dari Makassar, Najmiah yang berada di Jakarta langsung bertolak ke Probolinggo, Jawa Timur, Rabu, 8 Oktober. Ia hendak menemui langsung Dimas Kanjeng di padepokannya.

Informasi tersebut disampaikan orang kepercayaan Najmiah Muin. Kepada FAJAR (Grup JPNN.com), orang tersebut mengaku, jika Najmiah sangat terusik.

“Bunda (panggilan Najmiah, red) itu sangat risih dengan orang yang menjelek-jelekkan Kanjeng. Selama ini Kanjeng sudah menolong banyak orang, kok difitnah,” ujar Najmiah.

Orang itu pun membeberkan banyak hal. Termasuk menampik nilai uang yang telah disetor Najmiah ke Kanjeng. Ia membantah jika uang Najmiah yang disetor mencapai Rp60 miliar. Menurutnya, Najmiah selama ini memang memberikan uang untuk kepentingan perbaikan lapangan Padepokan Kanjeng di Probolinggo.

Justru, menurutnya, Najmiah telah menerima lebih banyak uang dari Kanjeng. Pasalnya uang kemaslahatan yang dijanjikan Kanjeng kepada semua orang sudah didapatkan Najmiah.

Sesuai aturannya, uang kemaslahan yang diakui turun langsung dari “Sang Pencipta” tersebut selain dimanfaatkan pribadi, juga untuk orang miskin.

“Di Sulsel masih banyak orang miskin. Kita semua tahu sendiri, Bunda banyak memberi bantuan. Baik uang atau pun beras,” lanjutnya.

Informasi yang diterima dari orang tersebut, Najmiah menjadi santri Kanjeng sejak setahun lalu. Berbeda dengan santri lain, sosok Najmiah begitu istimewa bagi Kanjeng. Bahkan Kanjeng, kata dia, menganggap Najmiah sebagai bundanya.

Orang kepercayaan Najmiah itu pun termasuk santri. Hanya memang, ia mengaku belum pernah terima uang kemaslahan yang dijanjikan. Meski begitu, setiap kali ke Probolinggo mengikuti istighosah atau pertemuan ia selalu mendapat uang jalan dari Kanjeng.

Jumlahnya beragam. Kadang Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Katanya, uang tersebut adalah yang keluar langsung dari tangan Kanjeng yang dibagi rata.

Informasi yang dihimpun, Najmiah menemui Kanjeng ditemani anaknya, Muhyina Muin. Hanya saja ketika dikonfirmasi, mantan calon Wali Kota Makassar itu mengaku sibuk. Ia meminta dikonfirmasi kembali dua jam kemudian. Namun, ketika dihubungi ulang, ia tidak lagi menjawab panggilan telepon.

Terpisah, seorang pengusaha berinisial FI berani membeberkan tindakan Kanjeng setelah membaca headline FAJAR (Grup JPNN.com) edisi 8 Oktober. Ia mengaku sudah tidak sepaham dengan Kanjeng setelah berkonsultasi dengan ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco. “Kita dijanji kalau setor semiliar bisa jadi satu triliun. Ustaz bilang jangan percaya, itu sesat,” katanya.

Namun sayang, istri FI seperti terhipnotis sehingga tergiur. Apalagi setelah Kanjeng memberikan uang tunai sekitar Rp3 miliar kepada istrinya.

“Saya sendiri yang bawa uang itu sama sopir Kanjeng. Saya juga heran kenapa uangnya bisa cepat cair,” bebernya.

Sejak itu istrinya semakin percaya dengan Kanjeng sehingga tak ragu menyetor lebih banyak uang. “Jumlahnya sekitar Rp20 miliar, disetor beberapa kali sejak Februari lalu, sampai sekarang uangnya tidak kembali,” jelasnnya.

Tak hanya itu, Kanjeng berpesan agar uang pemberian sebanyak Rp 3 miliar tidak digunakan untuk hal-hal buruk. Jika dilanggar, katanya, bisa lumpuh. Berniat mengetes, FI kemudian menggunakan uang tersebut ke salah satu panti pijat di Makassar dan membelikan minuman keras untuk beberapa preman. Namun, tidak terjadi apa-apa padanya.

FI juga membenarkan beberapa tokoh dan pejabat besar pernah ditemui di Probolinggo. Termasuk beberapa pejabat kepolisian di Sulsel. Itu ditemui FI di Probolinggo Februari hingga Maret. “Tapi semuanya batal ikut nyantri,” tandasnya.

Namun santri Kanjeng lainnya bernama Siraj, tetap membela Kanjeng. Ia menyebut Kanjeng sebagai maha gurunya.

Menurutnya, menjadi santri Kanjeng membutuhkan kesabaran luar biasa. Siraj tak menyebut sudah berapa banyak uang yang ia setor.

“Dana suci yang dijanjikan Kanjeng harus pakai kesabaran tingkat tinggi. Sama halnya mau jadi sarjana. Harus kuliah 4 atau 5 tahun,” kata Siraj yang mengaku santri tim siluman Kanjeng di Makassar melalui pesan singkatnya. (fajar/awa/jpnn)
readmore...

Makassar Heboh Trik Penggandaan Uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi


Beberapa hari terakhir publik Makassar dihebohkan dengan kisah penggandaan uang ala Yayasan milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dikemas mirip pesantren. Uniknya, setiap santri yang akan bergabung wajib menyetor “mahar” senilai Rp15 juta dengan harapan uang tersebut suatu saat akan menjadi berlipat ganda lebih banyak. Seperti sudah diduga sebelumnya, kebanyakan uang santri tidaklah kembali berganda. Beragam reaksi pun bermunculan.

Menurut harian FAJAR, “santri” yang menyetor duitnya ke Kanjeng sudah mencapai puluhan ribuan orang dan tersebar tidak hanya di Sulawesi tetapi juga di Jawa. Maklum praktek ini telah ada lebih 10 tahun dan bermula dari Jawa. Latar belakang merekapun beragam, mulai dari petani, ibu rumah tangga, pengusaha, anggota DPRD, aparat kepolisian bahkan kalangan terdidik seperi dosen dan guru besar sejumlah kampus ternama. Dinding padepokan yayasan ini dipenuhi gambar-gambar foto Kanjeng bersama tokoh-tokoh terkenal termasuk Panglima TNI Moeldoko dan Prabowo Subianto.

Salah satu santri yang dikenal menyetor mahar dalam jumlah besar adalah pengusaha Najmiah Muin dan anaknya Muhyina Muin, keduanya warga Makassar. Tidak tanggung-tanggung, dana yang disetor telah mencapai puluhan milliar rupiah. Sejumlah sumber mengatakan bahwa Najmiah menjadi santri kesayangan dan mendapat akses khusus bila ingin bertemu Kanjeng.

Anggota Yayasan ini hanya berkumpul dalam istiqhosah setiap Kamis malam sehingga balutan agamis lebih kuat. Tidak sedikit yang menganggap bahwa menyetor uang Rp15 juta merupakan keikhlasan, tetapi dengan harapan mendapat berkah berlipat ganda. Menurut pengurus Yayasan, ahar tersebut akan ditujukan untuk kemslahatan umat.

Penggandaan Uang Hanya Modus Belaka?

Sayangnya pelipatgandaan uang tidaklah seperti yang diperlihatkan dalam aksi-aksi video Kanjeng. Kebanyakan santri tidak mendapatkan uangnya kembali. Ketika uang tak juga berlipat, keresahan pun merebak. AN (nama disamarkan) misalnya, mengaku telah menyetor setidaknya Rp400 juta, tetapi belum memperoleh uangnya dari Kanjeng. Oleh pengurus yayasan ia diminta bersabar. AN malah diminta merekrut lebih banyak orang lagi, tentu dengan membayar mahar wajib agar resmi menjadi santri.

Ketika ia menuntut dibayar, AN malah diberi 3 butir batu yang katanya bakal berubah menjadi berlian senilai Rp 3 milliar. Hanya saja, AN harus menunggu batu itu sampai “ON.” Penasaran, AN membawa batu tersebut ke ahli perhiasan di Pasar Sentral, Makassar. Ternyata batu itu sama sekali bukan cikal bakal berlian. Para pedagang bahkan tidak mau membeli batu tersebut seharga Rp50 ribu sekalipun. AN pun sadar bahwa ia telah tertipu, bagaikan terhipnotis. Ia sendiri prihatin karena masih banyak santri yang belum sadar, dan sepertinya masih mengharapkan harta gaib yang tak kunjung datang.

Lain lagi kisah pengusaha, sebut saja FI. Menurutnya, ia sebetulnya sudah tidak sepaham dengan tindakan Kanjeng. Apalagi setelah FI berkonsultasi dengan pihak MUI. Menurutnya ia tidak percaya lagi dengan janji modus Kanjeng. “Kita dijanji kalau setor Rp 1 milliar bisa (digandakan) jadi Rp 1 triliun.” Istri FI pun tergiur. Menurut FI, jumlah uang yang disetornya ke Kanjeng telah mencapai Rp 20 milliar. Memang, mereka pernah diberi bonus Rp3 milliar, tetapi setelah itu, tidak ada lagi kabar berita tentang uang mereka.

Najmiah sendiri, sebagaimana diberitakan FAJAR, diminta untuk bersabar. Najmiah memang pantas gusar karena uang yang disetornya tidaklah sedikit. Ia pun menyambangi Kanjeng ke kediamannya di Probolinggo. Najmiah sepertinya mendapat wejangan penyejuk dari Kanjeng. Menurutnya, Kanjeng akan menurunkan uang gaib yang dijanjikan pada bulan Oktober ini.

MUI: Itu Musyrik!

Keresahan yang dirasakan sejumlah besar santri, mengundang komentar dari pengurus MUI Sulsel. AGH Sanusi Baco selaku ketua MUI Sulsel sangat menyayangkan sifat masyarakat yang mudah percaya akan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, demi mendapat keuntungan. Sanusi Baco menegaskan bahwa kepercayaan bahwa Kanjeng memiliki sifat yakun, ya yakun (Jadilah! Maka Jadilah) dalam menggandakan uang, merupakan bentuk kemusyirikan yang snagat dibenci Allah. Menurutnya sifat itu hanya dimiliki Allah. Sayangnya, tanpa sadar banyak oarng yang meyimpang dan mencoba menyekutukan hal-hal mistis dengan Allah.

Selaku pemuka agama hanya bisa menyarankan agar masyarakat menyadari bahwa setiap usaha yang dijalankan Kanjeng saat ini mengandung penipuan. Demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban ia berharap pada pihak kepolisian agar dapat menjadi ujung tombak penyelamat masyarakat dalam hal ini. “Harus dicari dan diusut pelaku utamanya. Ini agar keserahan atau orang yang tertipu tidak bertambah,” tegas Sanusi Baco.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo tidak kalah terkejut mendengar warganya banyak yang menjadi pengikut Kanjeng. Namun ia menampik kesan bahwa warga Sulsel bodoh dan mudah terperdaya tipu muslihat. “Saya kira itu bukan karena masyarakat bodoh atau bagaimana. Mungkin karena (mereka) terkesan saja dengan sesuatu yang bisa menggandakan uang,” ujarnya diplomatis. Syahrul berjanji secepatnya akan berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk mengusut kasus ini.
readmore...

KANJENG TAK MILIKI SIFAT KUN FA YAKUN


FAJARONLINE — Mewabahnya “virus” Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Sulsel mengundang keprihatinan pelbagai pihak. Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel.

Ketua Mejelis Ulama (MUI) Sulsel, AGH Sanusi Baco menegaskan, adanya kepercayaan bahwa Kanjeng dianugerahi sifat yakun, kun fa yakun (Jadilah! Maka jadilah) dan bisa menggandakan uang dari tangannya, dianggap sebagai sebuah kemusyrikan. Menurutnya, sifat itu hanya melekat pada Allah SWT.

“Tidak ada satu pun manusia yang diturunkan kemampuan kun fa yakun. Sifat itu hanya dimiliki Allah. Jadi kalau ada mempercayai bahwa kun fa yakun itu berlaku pada manusia, jelas itu sebuah kemusyrikan,” tegasnya kepada FAJAR, Kamis, 9 Oktober.

Musyrik menurut syariat Islam, kata kiai kharismatik ini, adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan apa pun. Dalam Islam, musyrik adalah dosa yang tak bisa diampuni kecuali dengan pertobatan dan meninggalkan kemusyrikan sejauh-jauhnya.

Sanusi Baco mengaku, sangat miris dengan banyaknya masyarakat Sulsel yang terjerat Kanjeng. Menurutnya, setiap usaha yang di dalamnya terhadap unsur penipuan sangat bertentangan ajaran Islam.

Perilaku ini pun dianggap sudah meresahkan masyarakat. Banyaknya orang yang tertipu harus diakhiri. Sanusi berharap, peran pihak berwajib bisa menjadi ujung tombak dalam mengusutnya.

“Harus dicari dan diusut pelaku utamanya. Ini agar keresahan atau orang yang tertipu tidak bertambah,” harapnya.

Sementara itu, jaringan Kanjeng di Sulsel makin terang benderang. Najmiah Muin yang disebut-sebut sebagai salah seorang santri semakin jelas.

Dari sumber FAJAR yang merupakan orang terdekat Najmiah, ternyata kediaman di Jl Sunu Kompleks Perumahan Unhas Blok K – 10 Makassar juga menjadi tempat istighosah setiap malam Jumat. Sumber itu pula bahkan menyebutkan bahwa di rumah Najmiah telah disediakan ruang khusus pada lantai dua sebagai tempat gaib Kanjeng.

“Ruang itu dibuat khusus. Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam. Di sanalah Bunda (Najmiah, red) berkomunikasi secara gaib dengan Kanjeng,” kata informan FAJAR membeberkan.

Dari cerita informan tersebut terkuak banyak fakta menarik. Orang ini juga sebenarnya hampir menjadi santri. Orang itu bahkan sudah pernah berkunjung ke Padepokan Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur.

Dari ceritanya, Padepokan Kanjeng tersebut terpisah dari kampung di sekitarnya. Kanjeng membentuk kampung sendiri yang diberi nama “Kampung Kanjeng Dimas”.

Dalam kampung tersebut terdapat lapangan tempat istighosah yang luasnya dua kali lipat lapangan Karebosi Makassar. Sementara, rumah Kanjeng mewah. Orang itu bahkan memperlihatkan beberapa dokumentasi ketika berkunjung ke sana. Termasuk salah satu foto, saat orang itu berada di dalam gudang uang Kanjeng.

Dalam dokumentasi itu tampak, sebuah koper besar penuh uang. Semua mata uang ada. Rupiah, dolar, dan beberapa mata uang negara lainnya.

Ia bahkan mengaku diberikan seikat dolar. Orang itu ambil dan menukarnya di Sulsel. Semua asli dan diterima di tempat penukaran uang (money changer).

“Untungnya, saya tidak yakin dengan apa yang saya lihat. Saya tahu, uang yang diberikan itu hanya pemantik agar saya bergabung menjadi santri,” ungkapnya.

Bentuk ketidakyakinan dirinya makin mantap saat mencoba mencari tahu di masyarakat di luar kampung Kanjeng. Dari sana, ia mendapat informasi jika masyarakat sekitar saja tidak percaya.

Fakta yang menguatkan, masih banyak masyarakat di sekitar kampung Kanjeng miskin. Itu artinya, Kanjeng tidak memperhatikan warga, sementara ia mengaku jika yang ia hasilkan untuk kemaslahatan umat.

Masih terkait Najmiah. Orang itu membeberkan, jika Najmiah sangat khusus bagi Kanjeng. Betapa tidak, hanya Najmiah santri dari Sulsel yang bisa mengakses ruang khusus Kanjeng.

Soal uang kemaslahatan, orang itu mengakui jika Najmiah memang sudah pernah mendapatkannya. Itu terjadi sebelum Ramadan lalu. Waktu itu Najmiah memang sempat membagi-bagikan beras dan uang kepada masyarakat di rumahnya.

“Nilainya tidak begitu besar. Hanya Rp1 miliar. Tidak sebanding dengan uang yang telah diberikan kepada Kanjeng,” terang orang itu.

Peran Najmiah memang sangat besar. Mulai dari perbaikan jalanan serta lapangan di Padepokan Kanjeng, semua dibiayai oleh Najmiah. Lapangan tempat mendarat helikopter di padepokan tersebut, bahkan juga dibiayai Najmiah.

Kunjungan Najmiah ke Probolinggo memang untuk ketemu Kanjeng. Orang kepercayaan Najmiah membenarkan itu. Pengikut Kanjeng di Sulsel, khususnya di Makassar memang sudah sangat banyak.

Salah seorang anggota kepolisian yang pernah berkunjung ke Probolinggo untuk bertemu langsung dengan Kanjeng, Andi Parenrengi, mengatakan, “Apa yang dilihat di you tube, itu juga saya lihat di sana.” Salah seorang imam masjid di Makassar, Ustaz Busman juga disebut-sebut menjadi santri. Namun ketika dikonfirmasi, Busman mengaku hanya sering menjadi pembawa zikir di kediaman Najmiah.

“Saya tidak pernah menyetor uang. Saya hanya menerima uang santunan karena memimpin zikir,” begitu pengakuannya kepada FAJAR.

Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengaku baru mengetahui kabar jika perihal Kanjeng sudah mewabah di Sulsel, khususnya Makassar. Ia mengaku kaget ketika ada pemberitaan di media terkait praktik penggandaan uang.

Danny, sapaan akrab orang nomor satu di Pemkot Makassar itu, tak ingin gegabah dalam mengambil tindakan. Dia masih mendalami modus penggandaan uang tersebut. “Kami masih memantau perkembangannya. Yang jelas ketika sudah mengganggu ketenteraman dan sudah menyangkut hukum, pasti kami ambil tindakan. Untuk sekarang saya masih koordinasikan dengan bidang kesejahteraan rakyat untuk pelajari modusnya dulu,” tutur pria berkacamata itu.

Danny juga menegaskan bahwa masyarakat harusnya berpikir secara logis tidaknya ada itu penggandaan uang. “Penipuan itu. Makanya jangan selalu berpikir dapat uang secara instan. Kerja baru dapat uang,” jelasnya. (tim/ars-bas)
readmore...

Rabu, 26 Februari 2014

KANJENG DIBUAT LUCONAN

DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI di buat lelucon di TRANS7 - HITAM PUTIH ... Katanya deddy corbuzier INI sulap TerMahal
Pemeran Lelucon JIBAN & EMON ...
Mereka juga bisa menarik uang DOLLAR ASLI ,,, dengan banyak tetapi itu hanyalah sulap kata mereka . Cek Foto nya :



readmore...

Minggu, 23 Februari 2014

Jumat, 08 November 2013

CELOTEHAN SANTRI PADEPOKAN

 
 
Assalamu alaikum wr, wb. Saya adalh santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. sy mulai bergabung kurang lebih 2 tahun. dan sampai detik ini pun sy masih santri padepokan. slm sy bergabung di padepokan,uang mahar awalnya sy bayar Rp. 500 rb sekian. dan sampai skg uang sy yg masuk ke padepokan sudah puluhan juta rupian.,,,,hari berganti hari keyakinan sy ke kanjeng dimas taat pribadi semkin memudar. di karnakan dimas taat pribadi tak pernah tepati janji akan pencairan dana.dan slama sy bergabung di padepokan, banyak hal-hal ganjil yg sy dapatkan 

ANTARA LAIN : 

1. pencairn tdk terlksana krn kordinator A. menyelewengkn dana mahar, mk dr itu kordinator di ganti oleh B.(cr untk mengulur wkt) 

2. banyknya santri yg melanggar (rekayasa, antek antek) 

3. seringnya mengadakn prtemuan kordinator wilyah ( mengatur cara penundaan) 

4. bg satri yg beruntung akn mendapatkan kenang-kenangan/cenderamata yg tdk boleh di jual wlaupn dlm keadaan apapn. " sy punya teman yg berbeda pronsi, dgnku, dia cerita ke aku. katanya di padepokan kanjeng taat pribdi, biasanya di berikan. paku, batu, arloji." dr keterangan tmn sy, aku sdh tdk yakin lg kalau benda yg sy dapatkan dr padepokan adalah sebuah keberuntungan, apa yg temn sy crtakan ke aku, itu jugalah yg sy dptkan di pdepkan.

5. di saat kanjeng taat pribadi sdh mencairkan uang ghoib ke santrinya, biasanya kanjeng pergi bertapa sekitar 2 tahun lamanya ( ........? artikan tanda tanya) 

6. menurut kanjeng taat pribadi, dia pernah rapat dgn salah seorang nabi, dan dia hampir tiap malam ke mekah ( logika ) 

7. dia tak bs belanjakan uang ghoibnya,,,, ( ada apa ) msh bnyak lg. 

di lain sisi sy santri yg merasa tertipu. sy akan keluar jd santri setlah bulan ini.jk taat pribdi tak bs lg tepati janji di bln ini. karna bayar mahar, hutang sy sebakin banyak, dan sy pun sdh merasa malu sm tetangga tetangga. inilah bgian kecil yg sy pendam. wassalamu alaikum wr, wb.
readmore...

Minggu, 12 Mei 2013

TGL 12/05/2013 SMS DARI PADEPOKAN


Dimas Kanjeng Taat Pribadi MULAI MERASA GELISAH TAKUT TERBONGKAR
Hari ini TGL 12/05/2013 Padepokan Mencari Solusi Agar Dimas Kanjeng Tidak Dapat Di Jebloskan Kepenjara Di karenakan Penipuannya .

Berikut Hasil Dari Padepokan Mencari Solusi & Dan Di Kirim Ke Semua Santrinya Melalui SMS :

Assalamu alaikum war wab ...
Barusan beliau perintahkan saya ( Team Penipu ) untuk menyampaikan intruksinya kepada semua santri & kordinator untuk mengumpulkan kwetansi2 ( Kwetansi Setor Mahar ).

Perintahnya sebagai berikut ...
KEPADA SANTRI2 PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI,KHUSUSNYA SANTRI2 YANG PEGANG KWETANSI BUKTI PEMASUKAN MAHARNYA UNTUK PERJUANGAN USAHA PADEPOKAN,maka MULAI DETIK INI siapapun tanpa terkecuali harus/wajib mengumpulkan atau menyerahkan kwetansi nya kepada koordinatonya masing2.

Kemudian Terkumpulnya kwetansi2 di tiap2 kordinator  harus atau wajib menyetorkannya  ke padepokan.kemudian kwetansi2 tersebut saya ( Team Penipu ) setor kepada dimas kanjeng taat pribadi lalu di masukan ke sentral,untuk di proses menentukan perolehannya masing2 santri yang pakai kwetansi & pengumpulan kwetansi ini sekaligus adalah untuk membuktikan keyakinan kita lewat kwetansi tertulis dalam hati..dengan begitu insya allah dapat membantu kelancaran lewat  ketulusan & kepasrahan hati . jangan sampai jadwal yang sudah terjadwal terkendala lagi.karena jadwal penutupan sama dimas kanjeng taat pribadi sudah di beritahukan lagi kepada saya ( Team Penipu ) & bagi yang tidak mengumpulkan kwetansinya berarti dia kurang yakin  hatinya terhadap KEKUASAAN ALLAH YANG ILMU HEBATNYA SUDAH DI BERIKAN KEPADA DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI. tolong perintah ini segera di laksanakan  dan secepatnya kwetansi di setorkan.Bagi yang tidak menyetorkan bukan salah kami ( Team Penipu )  namanya jika tidak terdaftar di sentral .TerimaKasih ... Wsslam.

BEGITULAH ISI SMS DARI PADEPOKAN

KESIMPULAN : 
1. Dimas Kanjeng Taat Pribadi Sudah Gemetar jika dia Diseret Ke Penjara
2. Jika semua santri menyetorkan kwetansi bukti mahar ke padepokan ,., sama saja anda semua memberikan kebebasan dimas kanjeng dan anda semua tidak mempunyai bukti bahwa dimas kanjeng taat pribadi penipu.

SOLUSI UNTUK SANTRI :
1. Jangan Pernah Berikan Atau Setor Kwetansi anda Ke Padepokan
2. Jika Pun anda semua ingin setorkan kwetansi ke padepokan , Hendaklah SCAN dahulu kwetansi yang anda miliki
3. Jika anda enggan memberikan kwetansi yg asli , FOTO COPY lah kwetansi yang anda miliki dan setor kwetansi yang sudah anda FOTO COPY ,. dan simpanlah kwetansi asli anda.

Berikut Cuplikan Dari Team Bongkar Penipuan Indonesia.
Terima Kasih ........
readmore...

Jumat, 22 Maret 2013

Pesan Kesemua Santri - Dimas Kanjeng Taat Pribadi


** Jangan Pernah mau membayar mahar Lagi
** Jangan Pernah ter iiming-iming 
** Jangan Pernah Ikut Acara apapun ( jika tidak ingin terhipnotis atau gendam )
** Jangan Pernah Percaya dengan yg menggiurkan

Kesimpulannya : 

saya yakin dimas kanjeng bisa kembalikan semua uang mahar para santri  ,, ( Mahar awal mula ikut ) . 
KENAPA DEMIKIAN : karena dimas kanjeng taat pribadi sudah mendapatkan keuntungan yg sangat besar dari mahar para santri yg tidak tertulis , CONTOHNYA : mahar menjadi team , mahar membeli cincin,mahar membeli jam rolex,mahar mandi,mahar mengikuti pelantikan team , dan masih banyak sekali mahar2 yg tidak tertulis . 

disitulah dimas kanjeng dapat keuntungan : apa mungkin kita ambil mahar mandi DLL . PASTINYA KITA MENGAMBIL MAHAR KITA YG PADA SAAT KITA GABUNG DI PADEPOKAN.

ANDA SEMUA BAYANGKAN : 
Ambil Contoh : Mahar Mandi senilai 200.000 ,,,,, anda banyangkan jika mahar mandi di kalikan jumlah santri .... Mahar Mandi 200.000 X Jumlah Santri 17.000 = 3,400,000,000 --- Jika pun kita ambil mahar ,, tentunya mahar mandi tidak mungkin kita ambil juga , jadi kesimpulannya DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI sudah untung 3,400,000,000 --- 

itu masih mahar untuk mandi ,,, jika dalam 9 tahun yg lalu mempunyai acara yg mengharuskan membayar mahar sebanyak 1000 kali acara bagaimana .. betapa banyaknya uang gratisan yg sudah terkumpul di padepokan .

SAYA RASA UANG SANTRI YG UNTUK ACARA DAN BELI BARANG DI PADEPOKAN LEBIH BANYAK DARIPADA UANG MAHAR SEMUA SANTRI (MAHAR PADA SAAT WAKTU IKUT)
JADI INTINYA JIKA PUN UANG MAHAR PERTAMA KALI ANDA IKUT DI KEMBALIKAN SEMUA , DIMAS KANJENG MASIH UNTUNG BANYAK .

MULAI SEKARANG UNTUK PARA SANTRI PADEPOKAN JANGAN PERNAH LAGI MEMBERIKAN MAHAR KE PADEPOKAN JIKA ADA ACARA APAPUN . DIMAS KANJENG HANYA MENCARI KEUNTUNGAN SAJA .
readmore...

Rabu, 20 Februari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Bulan Depan Bukti2 Kedok

KAMI SUDAH MEMPUNYAI BUKTI BAHWA BAHWA DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI PENIPU.

TUNGGU BULAN DEPAN
KAMI AKAN TAMPILKAN BUKTI ITU DISINI

INILAH FOTO SALAH SATU TEAM SUKSES PENIPUAN
DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI 




FOTO DI ATAS FOTO TEAM SUKSES PENIPUAN
DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI
readmore...

Kamis, 14 Februari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Siap2 Bulan Mei Mundur lagi

INFORMASI PENTING ;

PADA HARI INI PADEPOKAN TELAH MERAPATKAN BAHWA AKAN MEMPERSIAPKAN ALASAN KEMUNDURAN PEMBAGIAN PADA BULAN MEI.

JANGAN PERNAH MENGIKUTI RITUAL KONYOL DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI.

ADA LAGI RITUAL YG MASIH SEGAR UNTUK BULAN INI SAMPAI BULAN MARET,
MEMBAWA AIR LAUT BERAPA BOTOL
MEMBAWA EMBER BARU
MEMBAWA CIDUK BARU
MEMBAWA AIR DARI 7 MASJID
MEMBAWA KAIN KAFAN 9 METER (MAU MATI KALI)
ACARA MANDI AKBAR TERSEBUT SAMPAI 3 MARET.
DENGAN MAHAR  200.000

EMBER,CIDUK,KAIN KAFAN,AIR LAUT,AIR MASJID

WAH RITUAL APA LAGI INI !!
MANFAAT RITUAL INI ADALAH:
HIPNOTIS
GENDAM
AGAR MAHARNYA TIDAK DI AMBIL DAN AGAR JIKA ADA MAHAR LAGI SEMUANYA TETAP MEMBAYAR.

INGAT - INGAT
PADEPOKAN AKAN MENARIK UANG KALIAN SAMPAI TERUS MENERUS
MAHAR DAN TERUS MAHAR
TIDAK ADA PEMBAGIAN


 TUNGGU BLOG INI MEMBERIKAN BUKTI KONGKRIT BAHWA DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI PENIPU

readmore...

Kamis, 07 Februari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Pesugihan Di Padepokan

DUKUN UANG GAIB / PESUGIHAN UANG TANPA TUMBAL DAN CAIRNYA CEPAT
MUSRIK DAN KAFIR MENJADI SATU


PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI
PENIPUAN DENGAN MODUS BARU

BONGKAR PENIPUAN MENGATASNAMAKAN YAYASAN
readmore...

Minggu, 03 Februari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Mandi Membayar 200.000

APAKAH ANDA SEMUA PERNAH MEMBACA BAHWA BLOG INI MEMBERIKAN STATEMENT BAHWA AKAN ADA MAHAR LAGI DI PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI.??????

PADA HARI INI : ADA ACARA DI PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI,DAN MEMBAHAS PADA BULAN INI AKAN DIADAKAN YG NAMANYA MANDI AKBAR DENGAN 

MEMBAYAR 200.000 / ORANG

MARILAH BUKA MATA KALIAN,TIDAK AKAN ADA YG NAMANYA PEMBAGIAN.
SEMUA HANYALAH REKAYASA.
TUJUAN DARI MANDI TERSEBUT ADALLAH AGAR SANTRI2 PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI MERASA SEPERTI ORANG YG DI HIPNOTIS ATAU GENDAM,BIAR TIDAK DI AMBIL MAHARNYA YG SUDAH HABIS DI MAKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI

INGAT SAMPAI BERTAHUN2 AKAN ADA YG NAMANYA :
MAHAR DAN MAHAR
SAMPAI SETERUSNYA SEPERTI ITU DAN TIDAK AKAN PEMBAGIAN
readmore...

Rabu, 30 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Gabung Ke Forum Bongkar


Ramaikan Forum Bongkar Padepokan Dimas kanjeng taat pribadi di : http://padepokandk.indonesianforum.net/

Tata Cara Bergabung :
1. Buka Site : http://padepokandk.indonesianforum.net/
2. Cari tulisan Register Dan klik

3. Lalu muncul tampilan baru tentang ketentuan register , Klik tombol saya setuju dengan ketentuan ini


4. lalu isi data2 anda ,jika sudah selesai klik tombol kirim

5. Cek email kalian : lalu verifikasi
6. Selesai .... Selamat Bergabung Dan bongkar Padepokan dimas kanjeng taat pribadi
readmore...

Senin, 28 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Pertanyaan Untuk Padepokan


1. Untuk Apa Para Santri Disuruh Membayar Mahar (Jika Memang Tujuannya Sosial) ?
2. Kemanakah Uang Mahar Santri Yg Sudah Masuk Padepokan ?
3. Kenapa Banyak Santri Yg Ambil Maharnya Dipersulit ?
4. Para Koruptor Kenapa Tidak Dipecat Langsung ?
5. Apakah Padepokan Akan Memberikan Kata2 SABAR dan SABAR ?
6. Jika Memang Tujuannya Baik Kenapa Tidak Dilakukan Secepatnya,? (Banyak Yg Membutuhkan Uang)
7. Kenapa Seorang Guru Sering Ingkar Janji ? (Sering Memberikan Janji Janji Palsu,Masa Di Sebut Guru)
8. Kenapa Padepokan Sering Kali Berkesan Mencari2 Kegiatan Yg Tidak Berguna.(Berkesan Mengulur2 Hari)

JANGAN MEMBERIKAN JANJI JANJI JIKA TIDAK PASTI KAPAN ITU

KALIAN SEMUA TEAM2 PADEPOKAN,INGIN SEKALI BLOG INI DI HAPUS,BERIKAN ALASANNYA YG TEPAT KE EMAIL : padepokandk@hotmail.com
KARENA SAYA SELAKU ADMIN AKAN GEMPUR TERUS
readmore...

Sabtu, 26 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Jika Ada Mahar & Lama Pencairan


TADI MALAM JUM'AT WAGE, PADEPOKAN MENGUMPULKAN KORDINATOR MASING-MASING WILAYAH DAN ANGGOTA-ANGGOTA PENTING YANG DI KEMAS DENGAN MAULID NABI, TERNYATA INTI DARI ACARA TERSEBUT UNTUK MENGUMPULKAN DANA LAGI BUAT PERSIAPAN SANTUNAN DI BULAN MAULID INI
STOP MAHAR
LAKUKAN PEMBAGIAN !!!!!!!!!
JIKA PADEPOKAN MENGULUR2 WAKTU PEMBAGIAN,PARA SANTRI AKAN MENATUH CURIGA KEPADA PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI
KASIHAN ORANG YG TERLILIT HUTANG,DIKARENA HUTANG UNTUK MAHAR  
readmore...

Rabu, 23 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Masalah kegilaan Papi Terhadap Ajaran


Masalah kegilaan Papi terhadap ajaran Dimas Kanjeng itu benar-benar telah membuat  Mami spaneng. Akhirnya, masalah ini diserahkan ke tangan polisi. Jaring-jaring ajaran si Kanjeng Edan itu benar-benar sungguh menggelikan. Saya tak perlu menceritakannya kembali bukan? Namun ada hal yang menurut saya nonsense…. Ketika beberapa hari lalu Mami mendatangi rumah salah satu kawan Papi di padepokan dodolnya, sebut saja Usman (nama sebenarnya), si Usman mengatakan bahwa kegiatan padepokan Kanjengnya itu sudah mendapat restu dari Presiden RI… Bapak Susilo Bambang Yudhoyono!!
Toenggg…. Benarkah begitu Pak Presiden saya yang terhormat? Jika benar bapak memberikan restu pada padepokan itu…. Saya tak akan memilih Bapak sebagai Presiden di Pemilu yang akan datang karena padepokan itu adalah sampah! Kalau ucapan Usman hanyalah gertak sambal dan cicitan sumbang belaka maka saya mohon dengan sangat  Bapak bisa mengerahkan anak buah bapak (entah itu polri, TNI, atau BIN sekalipun) untuk membabat habis kelompok yang mengatasnamakan keagamaan ini. Secara religi, kelompok ini lebih dekat dengan ajaran sesat daripada ilmu yang bermanfaat. Secara materi, kelompok ini telah sangat merongrong uang Papi saya! Entah berapa ratus juta yang telah Papi masukkan ke dalam kotak amal di padepokan tersebut tanpa sepengetahuan Mami! Satu lagi Pak SBY…. Mereka mengatakan bahwa si Kanjeng Dimas itu adalah keturunan Bung Karno yang bisa menemukan harta karun yang ada di bumi pertiwi ini!!! SINTING!!! Keturunan Bung Karno? Dari istri yang ke berapa, dimas???
Mungkin benar jika bumi pertiwi ini memiliki kekayaan yang tiada tara. Tapi sadar gak sih kalau kekayaan tersebut tak akan datang hanya dengan mantra panggil Harry Potter sekalipun. Butuh kerja keras, dodol!!!! Memangnya bisa ada beras kalau petani tidak menanam padi di sawah? Adakah perhiasan emas jika para penambang tidak menggali tanah hingga kedalaman ratusan kilo?? Yang benar saja Bung!!!
Menurut kepolisian, si Kanjeng Dimas ini berasal dari Jakarta Selatan… Kok bisa-bisanya sih polisi-polisi di Jakarta tidak menyadari ada salah satu warganya yang keleleran gak jelas di jalanan??? Tolonglah Pak Polisi….. dimanapun anda sekalian berada…. segera selesaikan perkara ini. Pengaduan yang telah keluarga saya buat, segeralah ditindak lanjuti. Bukankah tugas seorang anggota kepolisian melindungi rakyat?
Gara-gara kanjeng dimas pula saya tak up date tentang kabar pengeboman di Solo atau Ambon…. deeeeehhhhhh….. bom lagi bom lagi.. Mungkin itu akibatnya jika saat kecil dilarang main petasan atau kembang api oleh orang tua masing-masing…. Gedenya jadi bomber!! Mau keren-kerenan? Mengatasnamakan jihad? Basi!! Saya memang bukan ahli agama.. kalo kata Bajaj di PPT “pengetahuan agama gue belum sampe situ”… Tapi saya tahu bahwa agama yang saya yakini ini sama sekali tak pernah mengajarkan untuk membom gereja atau tempat-tempat ibadah agama lain. Apalagi mereka tidak melakukan pembantaian terhadap umat muslim!! Kalo sotoy-sotoyan saya… Nabi hanya akan memerangi kaum kafir yang menyerang kaum muslim… bahkan Nabi memperlakukan setiap tawanan perangnya dengan beradap. Tak ada yang namanya bom-boman… Gusti…. semoga saja orang-orang yang masih berniat main-main dengan bom berkekuatan apapun menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sama sekali tidakberperikemanusian. Dan lagi mereka yang kerap kali berkata bahwa orang-orang non muslim sama sekali tak mencerminkan budaya ketimuran, budaya yang manakah yang dimaksud? Budaya tidak memakai pakaian lengkap seperti orang-orang pedalaman? Dan apakah bermain bom sembarangan merupakan cermin budaya ketimuran???? :( 
Dan gara-gara mengurusi sri kanjeng edan itu saya tak up date tentang pertandingan Juve di serie A… Hanya tahu hasil alhirnya dan itupun melalui berita berjalan yang biasanya ada di bagian bawah layar :( Alhamdulillah ya…. Juve masih tetap menjadi capollista…. :) 
Semoga saja tak ada lagi absen yang saya buat karena masalah si Kanjeng-Kanjengan beserta padepokan dodolnya!
Saya harus segera kembali ke Surabaya… Jadi tolong Ya Allah… beri saya waktu untuk menuntaskan perkara TA yang nyaris berakhir ini… Satu bulan saja… Bisakah, Tuhan?? Kondusifkan dulu rumah saya, Tuhan!! Mana mungkin saya meninggalkan Mami sendirian menghadapi sikap sinting Papi? God… I need your help! Badai pasti berlalu, bukan?;) 

Sumber : DK
readmore...

Selasa, 22 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Gila Ala Papi


Saya surprise… terkejut…kaget… tidak menyangka bahwa ternyata tidak hanya saya yang menderita penyakit Gila! Papi sayapun ternyata terserang penyakit Gila! Dan menurut saya Gilanya sudah sangat parah! Ya Allah…. apalagi ini?!

Berawal dari sebuah perkumpulan yang dihadiri oleh Papi secara diam-diam dua tahun lalu. Perkumpulan yang sama sekali tak pernah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Saya yang kala itu masih sibuk dengan urusan kuliah hanya sesekali dikabari bahwa Papi seringkali keluar rumah tanpa pamit di akhir pekan. Sama sekali tak ada yang janggal dari tingkah laku Papi! Ketika sesekali saya pulang kampung, sayapun tak melihat ada hal yang perlu dikuatirkan dari salah satu orang tua saya tersebut.
Nyaris dua bulan penuh saya di rumah, satu-persatu cerita tentang Papi mulai diungkapkan oleh Mami dan salah satu kakak saya. Mami memang seringkali cerita tentang perkumpulan Papi saat saya masih stay di Surabaya, tetapi cerita tersebut disuguhkan dalam nuansa lelucon sehingga saya hanya berfikiran bahwa itu semua hanya kenakalan kecil Papi.
Sekarang saya tahu bahwa tingkah laku Papi sudah bukan sekedar kenakalan bocah ingusan. Yang saya tahu adalah semua sikap Papi itu GILA!

Perkumpulan yang saya tahu bernama Padepokan Dimas Kanjeng tersebut lebih dari sekedar perkumpulan yang mengatasnamakan agama. Kepercayaan yang mendekati (atau memang sudah) sesat!
Saya melihat Papi wiritan di kamarnya selama lima jam penuh. Bagus sih wiritan. Namun sangat mengejutkan ketika saya melihat (ngintip) Papi wiritan dengan sebuah waskom plastik berisi air putih di hadapannya dan kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas satu jam sekali. Apa yang Papi tuliskan, saya tak pernah tahu karena kertas tersebut Papi sembunyikan.

Selain wiritan Gila tersebut, kegilaan Papi terlihat saat tahun lalu adik saya kehilangan uang di kampusnya. Kata kakak saya saat itu ia melihat Papi sedang membakar selembar kertas yang kemudian abunya dimasukkan ke dalam plastik putih. Plastik tersebut kemudian Papi serahkan pada adik saya (yang saat itu memang sedang di rumah). Karena merasa aneh, kakak saya segera bertanya pada adik saya mengenai bungkusan plastik yang ia pegang. Jawaban adik saya adalah “Ini disuruh Papi buat ditaburin di kampusku, buat cari uang yang kemarin hilang”. Tanggapan kakak saya adalah segera merampas bungkusan di tangan adik saya dan menaburkan isinya di depan rumah. GILA!!!

Beberapa hari lalu pun saya sempat membaca beberapa SMS pada ponsel Papi. Isinya adalah “Nanti malam diharapkan kehadiran para santri dengan membawa uang seratus ribuan baru sebagai mahar. Mahar jangan dimasukkan ke dalam kotak. Ini perintah!” Ya Tuhan….. mahar? Yang lebih lucu lagi adalah pesan yang isinya “Ini perintah raja diraja! Nanti Malam di harap datang dengan membawa empat buah lontong beserta lauknya dan harus memasak sendiri. Satu lontong dimakan bersama di tempat, dan tiga lontong lainnya dibawa pulang untuk dimakan anggota keluarga masing-masing”. Ya Ampun… bawa empat lontong dimana satu dimakan dan sisanya dibawa pulang… Kenapa tak bawa satu lontong saja coba? Apa lontong-longtong tersebut dijampi-jampi dulu?! Raja diraja??? Siapa raja diraja itu?? Perintah Allah?? Memangnya ada ayat Al quran yang mengharuskan membawa empat buah lontong ke suatu perkumpulan? DODOLLLLLLL!!!!! Jika sudah begitu, berarti yang bersangkutan (yang minta lontong) telah menganggap dirinya layaknya Tuhan yang patut disembah…. apalagi namanya jika bukan aliran sesat?

Ada lagi pesan yang isinya “Sebentar lagi akan dibagikan uang sebesar 7 milyar kepada para santri

Busetttt…. 7 milyar??? Saya bisa keliling dunia dengan 25% dari uang tersebut ;) . Karena merasa jengkel maka Mami iseng-iseng membalas SMS tersebut “Kok mau bagi 7 milyar… la wong uang 100 ribu aja masih minta-minta!”. Mr.Invisible tersebut juga pernah mengatakan bahwa keluarga kami telah mencemarkan nama baik Dimas Kanjeng dan menyatakan bahwa perkumpulan mereka memiliki persetujuan dari Polri ataupun Polres setempat!!

Entah sudah berapa jumlah uang yang telah Papi serahkan ke perkumpulan tidak jelasnya itu. Dan inilah yang kerap kali menimbulkan percekcokan diantara kedua orang tua saya!  Di saat kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil, Papi masih saja membuang-buang uang ke kantung orang lain yang tak jelas pekerjaannya!
Papi saya adalah orang berpendidikan. Kalau Papi saya bodoh, saya mendapatkan sedikit kecerdasan ini darimana coba???! Namun sayang, sepertinya Papi tidak cukup pandai dalam memilih kawan. Entah kenapa saya merasa otak beliau telah tercuci. Apa yang diminta oleh kelompok GILAnya itu selalu saja dipenuhi! Bahkan Papi sampai berbohong kepada Mami hanya untuk kegiatan absurdnya. Jika Mami menanyakan sejumlah uang yang tiba-tiba raib pada Papi, jawaban Papi adalah memberikan uang tersebut pada Kakak saya. Saat Mami bertanya pada kakak saya apakah benar ia menerima uang dari Papi, jawabannya adalah “Kemarin Papi memang nyuruh bilang iya seandainya Mami nanya masalah uang”. Salah tu Papi saya… sudah jelas anaknya yang satu itu keluaran pesantren dengan pengetahuan agama 100 kali lipat darinya, kenapa disuruh berbohong? Terlebih berbohong pada seorang ibu yang melahirkannya!!

Saya dan semua orang di rumah sama sekali tidak mengetahui aktivitas-aktivitas yang dilakukan Papi dan kawan-kawan tak jelasnya itu. Papi tak pernah memberitahukan apapun. Meskipun Mami kerap kali menanyakan kegiatan-kegiatan sinting Papi tersebut, tak ada kejelasan pasti mengenai organisasi aneh Papi… yang ada hanyalah pertengkaran diantara mereka. Tempat yang katanya Padepokan tersebutpun sama sekali tak kami ketahui. Pernah beberapa kali Mami dan beberapa saudara mengikuti Papi ketika hendak menuju Padepokannya, tetapi entah kenapa Papi selalu tahu jika diikuti dan mengubah haluan tujuannya!

Huuuuuuu……. ada-ada saja ujianNya!!! Dimas kanjeng atau Kanjeng Dimas….. pernahkah ada yang mendengar namanya? Benarkah perkumpulan tersebut telah memiliki izin resmi dari Polri ataupun polres setempat?! Sebenarnya Kakak saya dan Mami hendak melaporkan perkara ini ke polisi, tetapi kami belum memiliki cukup bukti. Satu-satunya bukti nyata adalah sikap Edan Papi! Sikap yang sama sekali tak terlihat ketika beliau berada diantara kerabat, tetangga atau teman-teman kantornya. Bagaimanakah cara menyembuhkan kegilaan papi, Gusti?!

Karena itulah, saya merasa masih harus berada di rumah untuk beberapa saat. Saya tahu bahwa saya masih memiliki tugas untuk menuntaskan jenjang strata satu saya, tetapi saya juga tidak mungkin membiarkan Mami sendirian menghadapi kegilaan Papi. Ditambah lagi kondisi kesehatan Mami yang kurang baik.

Jika kalian termasuk dalam salah satu orang-orang Gila tersebut, sadarlah…. ritual-ritual kalian itu sama sekali tidak masuk akal!! Bodoh!! Tolol!! Dan sangat mengganggku kehidupan orang lain!!

Ya Tuhan, semoga Papi tak terlampau jauh dariMu! Sadarkan beliau akan sikap anehnya tersebut. Tetaplah yakinkan saya bahwa setiap air mata adalah air terjun yang memiliki keindahan.  Saya masih harus yakin bahwa semua hal yang Kau tuliskan pasti memiliki akhir. Selamatkan Papi, Ya Allah…. Biarlah ini menjadi salah satu ujianMu untuk mengetahui seberapa besar ikatan diantara kami…. AMIN

Biar saya yang Gila, Tuhan!Bersambung

Sumber : DK
readmore...

Minggu, 20 Januari 2013

Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Kumpulan Foto2













INILAH KUMPULAN FOTO2 DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI
DAN
MASIH BANYAK LAGI FOTO2 YG ADA
TUNGGU FOTO BERIKUTNYA DAN NANTIKAN TERUS
JANGAN LUPA  JOIN KE BLOG INI
readmore...